Ini Dia Pelopor Bisnis Otomotif Indonesia

MAUBACA.COM: Tokoh besar dalam dunia bisnis Indonesia, William Soeryadjaya menghembuskan nafas terakhir dalam usia yang tengah beranjak ke angka 88 tahun.

“Beliau meninggal dunia, Jumat malam, sekitar pukul 22.50 WIB, setelah dirawat cukup lama,” kata seorang petugas jaga RS Medistra, ketika dikonfirmasi, menjelang dini hari.

William Soeryadjaya lahir di Majalengka, 20 Desember 1922 dengan nama asli Tjia Kian Lion. Nama William Soeryadjaya yang biasa disapa Om William mulai berkibar di jagat bisnis Indonesia dengan bendera Astra Internasional Inc yang didirikannya pada tahun 1957 bersama adiknya Tjia Kian Tie, dan seorang temannya bernama Lim Peng Hong.

Dari usaha yang bergerak memasarkan minuman ringan, mengekspor hasil bumi, hingga minyak serai, Astra Internasional Inc berkembang menggeluti bisnis otomotif pada tahun 1968, dengan menjadi agen General Motor, yang memasukkan 800 truk Chevrolet ke Indonesia. Itulah cikal bakal bisnis otomotif Astra Internasional, sebelum akhirnya Astra menjadi perakit dan pemasar nomor wahid untuk otomotif asal Jepang di Indonesia.

Berkat kepiawaiannya membangun bisnis, Astra Internasional berkembang tidak hanya menjadi perakit dan pemasar otomotif, tapi juga menjadi perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan alat-alat berat. Bahkan kini berkembang ke bisnis pertambangan, infrastruktur, dan jasa keuangan.

“Visi bisnisnya sangat hebat, melihat jauh ke depan,” ujar salah satu Direktur PT Astra Internasional Tbk, Johnny Darmawan. Ia mengatakan keuntungan yang diraih para pemangku kepentingan dari perusahaan itu kini merupakan bagian dari kerja keras Om William di masa lalu. Walaupun kini keluarga besar Soeryadjaya tidak lagi menjadi pemegang saham utama perusahaan yang dirintis orang tuanya itu.

Sejak Bank Summa yang dipimpin putra sulungnya Edward Soeryadjaya dinyatakan kalah kliring, lalu dilikuidasi oleh pemerintah Desember 1992, William Soeryadjaya, menjadikan dirinya sebagai jaminan pribadi untuk menyelesaikan seluruh kewajiban bank itu. Sejak itu ia melepas perusahaan yang dirintisnya itu.

Johnny yang juga menjadi Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) mengenang dan menilai pada masa kepemimpinan Om William itu pula tercipta mobil dengan karakter Indonesia yang menjadi cikal bakal mobil serbaguna, yaitu Toyota Kijang. Pada tahun 1977, Astra Internasional bersama Toyota Motor Corp membangun mobil dengan DNA dari Indonesia.

Dari penjualan sebesar 200 unit per bulan sejak diuncurkan pada 9 Juni 1977, penjualan Toyota Kijang terus meningkat hingga melewati angka 8.000 unit per bulan pada 2004 dan setelah mengalami perkembangan lima generasi, Toyota Kijang menjadi produk global dengan nama Innova yang kini produksinya di atas 3.000 unit per bulan baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

“Jadi dapat dikatakan Om William merupakan perintis atau pelopor yang meletakan dasar industri otomotif di Indonesia,” ujar Johnny.

Kini PT Astra Internasional Tbk menjadi pemimpin pasar otomotif dengan menjadi perakit dan pemasar merek mobil dan sepeda motor terkemuka antara lain Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel dan Peugeot, serta sepeda motor Honda. Tahun lalu Grup Astra menguasai 56 persen penjualan mobil di Indonesia dan 46 persen penjualan sepeda motor di negeri ini.

Hal senada dikemukan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Riset, dan Teknologi, Rachmat Gobel. Rachmat yang ketika dihubungi sedang berada di Jepang, menilai pada masa William Soeryadjaya lah sebenarnya telah diimplementasikan mobil murah dengan harga terjangkau sesuai selera konsumen Indonesia.

“Pada era beliau konsep mobil murah sebenarnya sudah diwujudkan dalam bentuk mobil Kijang,” ujar pengusaha nasional itu. Pada tahun 1970-an pemerintah memang tengah mendorong pengembangan kendaraan bermotor niaga sederhana (KBNS).

Rachmat mengaku mengenai William Soeryadjaya dari sang ayah Thayeb M Gobel. William dan Thayeb Gobel sama-sama mengembangkan bisnis dan industri melalui kerja sama dengan pihak Jepang. William Soeryadjaya membangun kerajaan otomotif, sedangkan Thayeb Gobel membangun bisnis dan industri elektronik dengan Matsushita (pemegang merek Panasonic).

“Saya mengenal Om William melalui ayah saya. Dulu saya juga banyak belajar bisnis dari beliau (William), visi industrinya luar biasa dan memiliki jangkauan ke depan,” ujar Preskom PT Panasonic Gobel Indonesia itu.

Ia mengatakan William memiliki visi mengembangkan industri yang kuat yaitu membangun industri tidak hanya sekedar membangun pabrik untuk merakit produk yang komponennya berasal dari impor, namun ia juga membangun industri komponen sehingga mampu menopang industri otomotif yang dikembangkan Grup Astra.

“Dengan visinya yang jauh ke depan itu, Astra mampu menjadi perusahaan industri yang kuat dan memiliki nilai tambah. Banyak tauladan yang bisa diambil dari pemikiran Om William dalam pengembangan industri di Indonesia,” ujarnya.

Di samping keberhasilannya meletakkan dasar industri otomotif di Indonesia, William Soeryadjaya juga dikenal memiliki kepemimpinan yang kuat, namun tidak otoriter.

“Kepemimpinan beliau (William Soeryadjaya) sangat kuat dan sangat baik, tidak otoriter, namun sangat kekeluargaan dan humanis,” ujar Johnny Darmawan yang mengaku digembleng lewat PT Astra Internasional menjadi profesional handal, setidaknya mampu menjadikan PT Toyota Astra Motor sebagai pemimpin pasar otomotif Indonesia selama bertahun-tahun hingga kini.

Menurut dia, Om William selalu memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk berkembang sehingga mampu mencetak profesional dan pengusaha yang juga handal seperti TP Rachmat dan Budi Setiadarma yang pernah menjadi Presdir Grup Astra. “Beliau mampu mencetak konglomerat berikutnya,” ujar Johnny.

Baik Johnny dan Rachmat yang merupakan generasi jauh di bawah William Soeryadjaya mengaku kehilangan sosok yang bisa menjadi panutan dalam dunia bisnis dan industri di Indonesia itu.

Sang pelopor kini telah tiada. Seperti yang dikemukan Presdir Grup Indomobil Gunadi Sindhuwinata, patah tumbuh hilang berganti. Ia berharap segera muncul sosok seperti William Soeryadjaya lainnya di tanah air yang mampu mengimplementasikan visi jauh ke depan dan menyeimbangkan kehidupan sosial dan religius sehingga menjadi tauladan dan kebanggaan negeri ini.

“Patah tumbuh hilang berganti, kita berharap akan ada sosok-sosok William Soeryadjaya di masa datang yang bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional,” ujar Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor (AISI) itu.

Sementara itu, perkembangan terakhir dari rencana pemakaman sosok sang pelopor itu, disampaikan Kepala Humas PT Astra Internasional Tbk Yulian Warman. Dalam pesan singkatnya, ia mengatakan jenazah William Soeryadjaya yang disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta sejak Jumat (2/4/2010) akan menuju pemakaman San Diego Hills, Karawang (Jawa Barat), pada pukul 9.00 WIB, Senin (5/4/2010).

Selamat jalan Om William. Rintisan kerja kerasmu menjadi modal dasar yang mewarnai perjalanan pengembangan industri otomotif di tanah air.

antaranews.com

Daftar Mobil-mobil Yang Di-recall Gara-gara Tidak Beres

Sejumlah perusahaan mobil terpaksa menarik kembali produknya dari tangan pembelinya dan dari dealer, gara-gara diketahui ada sesuatu yang tidak beres, yang bisa menyebabkan kecelakaan dan resiko-resiko lainnya. Berikut mobil-mobil yang ditarik dalam dua tahun terakhir ini.

Daihatsu (Atrai, Atrai Wagon, Hijet, dan Hijet Deck Van)
Daihatsu resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) 60.774 unit dari empat model karena masalah pada sistem kabel (wiring) sehingga menyebabkan airbag mengembang secara tiba-tiba.

Menurut laporan Kyodo News, Jumat (26/2/2010), empat model yang terkena recall antara lain Atrai, Atrai Wagon, Hijet, dan Hijet Deck Van. Empat model mobil yang di-recall adalah produksi antara December 1998 hingga April 2000. Keempat model ini mengusung mesin 660cc dan semuanya hanya dijual di Jepang.

Hyundai (Sonata)
Raksasa otomotif Korea Selatan (Korsel), Hyundai, Rabu (24/2/2010), mengatakan akan menarik kembali (recall) Sonata yang dijual di Amerika Serikat (AS) dan di pasar dalam negeri karena masalah kunci pintu (door lock).

Hyundai mengatakan akan me-recall 1.300 unit Sonata yang dijual di AS dan 46.000 unit lainnya di Korsel. Hyundai mengatakan langkah ini diambil sebagai tanggapan terhadap adanya laporan kunci pintu yang rusak oleh pemilik mobil sedan yang diluncurkan September lalu. Hyundai juga telah memerintahkan dealernya di AS, Selasa (23/2), untuk menghentikan penjualan Sonata. Recall ini diumumkan pada hari yang sama saat bos Toyota menghadap kongres AS atas recall 8,5 juta unit mobil Toyota.

Suzuki (Carry)
Suzuki Motor Corp (SMC) me-recall lebih dari 100.000 unit mobil dari dua jenis karena ada kelainan. Selain itu, SMC juga mengumumkan akan melakukan penutupan hari produksi untuk Maret ini.

Pabrikan mobil dan motor Suzuki harus menarik sekitar 130.000 unit mobil untuk jenis van dan pikap. Masalahnya, seperti dikatakan Menteri Transportasi Jepang, Rabu (25/2/2009) yang dikutip kantor berita AP bahwa pada kedua mobil terdapat cacat di bagian sistem roda belakang yang bisa mengakibatkan kendaraan terguling.

Dari jumlah tersebut, untuk jenis van sebanyak 122.190 unit dan Carry pikap yang dijual melalui Mazda Motor Scrum sebanyak 7.576 unit. Kendaraan itu diproduksi antara April 2004 dan November 2005 dan dijual secara eksklusif di Jepang.

Memang, cacat itu belum sampai memakan korban. Namun, dua kecelakaan yang terjadi tahun lalu dengan mencederai tiga orang, plus komplain sebanyak 45 kasus, dinilai cukup kuat untuk menarik mobil. Demikian dikatakan Menteri Transportasi.

Di sisi lain, mengingat situasi pasar yang masih belum sehat, SMC terpaksa menutupi hari produksi pada Maret ini sekitar 4 sampai 10 hari. Tanggal pelaksanaannya belum ditentukan secara pasti, termasuk rencana untuk April mendatang. Langkah penutupan itu dilakukan mengingat permintaan pasar global akan kendaraan, khususnya Suzuki, baik roda empat maupun roda dua, masih belum menggairahkan.

Toyota (Auris, Verso, Corolla dan Yaris)
Produsen mobil Jepang, Toyota telah menarik kembali 57.300 kendaraan di Turki. Sebagai bagian dari kampanye global, untuk memperbaiki kesalahan pedal akselerator, perusahaan mengatakan Senin (15/2/2010). Dalam pesan pada situs webnya, Toyota Turki meminta pelanggan untuk menghubungi para dealer untuk perbaikan yang akan memakan waktu sekitar setengah jam.

Perusahaan tidak mengatakan model-model apa ditarik kembali di Turki, namun laporan-laporan media menunjuk model Auris, Verso, Corolla dan Yaris mobil yang diproduksi antara 2005 dan 2010. Reputasi Toyota, pembuat mobil terbesar dunia, telah ternoda oleh serangkaian penarikan kembali untuk masalah gas dan rem pada seluruh jajaran mobil mereka. Secara keseluruhan, lebih dari delapan juta mobil di seluruh dunia telah ditarik kembali.

Toyota (Hibrida)
Toyota Motor Corp mengatakan akan menarik kembali hampir setengah juta produk utamanya, Prius, dan mobil berteknologi hibrida lain untuk mengatasi kritik atas keamanan produk itu.

Penarikan itu melingkupi total 436.000 unit mobil di seluruh dunia yang terdiri dari Prius tahun 2010, Sai, Prius PHV, dan Lexus HS250h. Di Jepang sejumlah 223.000 unit ditarik dan 150.000 di Amerika Utara. Pabrikan mobil terbesar di dunia itu sebelumnya telah melakukan dua penarikan terhadap delapan juta unit produknya di seluruh dunia karena permasalahan pada karpet mobil dan lengketnya pedal gas.

Toyota sedang menghadapi kemungkinan tuntutan akibat berbagai kecelakaan terkait cacat tersebut dan tewasnya 19 orang serta beberapa cedera selama satu dekade terakhir di Amerika Serikat (AS).

Presiden Toyota, Akio Toyoda dan Wakil Presiden Eksekutif Shinichi Sasaki mengadakan jumpa pers di Tokyo, Jepang, pukul 15.30 waktu setempat untuk menjawab kritikan otoritas keamanan kendaraan AS dan anggota kabinet Obama karena lamban dalam penarikan produknya.

Lexus HS250h dan Sai hibrida memang menggunakan sistem rem yang sama dengan Prius, dan Toyota mengatakan mereka telah menunda pengiriman di unit Toyota Kyushu demi keperluan pengecekan.

Harian bisnis Nikkei mencatat bahwa Toyota mungkin akan menunda pembuatan Lexus dan Sai hibrida. Penghentian produksi selama satu minggu berarti ada sekitar 2000 unit mobil dari dua model itu yang tidak diproduksi.

“Toyota tak disangkal adalah pemain utama di segmen mobil hibrida, dan fakta bahwa Prius dan mobil hibrida lainnya termasuk dalam penarikan masal itu memang mengganggu citra Toyota,” kata Suh Sung-moon, analis pada Korea Investment & Securities.

Ia menambahkan, kejatuhan Toyota sepertinya membantu pabrikan asal Korea, Hyunday Motor, yang berencana akan meluncurkan produk hibrida pertamanya di AS akhir tahun ini.

Prius dijual di 60 negara dengan perkiraan lebih dari 350.000 unit.Toyoda mengatakan perusahaan yang didirikan oleh kakeknya itu akan bekerjasama lebih erat dengan pemerintah AS.

Ia menulis di Washington Post, “Saya telah berbicara dengan Menteri Transportasi AS, Ray LaHood dan memberinya jaminan pribadi bahwa saluran kerjasama dengan agen keamanan dan pihak berwenang akan selalu terbuka, lebih sering berkomunikasi, dan lebih tanggap dalam merespon keluhan apa saja.”

Pemilik Prius generasi ketiga (terbaru) mengeluhkan rem regeneratif,yang juga mengisi baterai, ternyata selip dan menyentak lebih dulu sebelum rem tradisional bekerja.

Toyota sebelumnya mengatakan telah memperbaki kesalahan pada sistem anti penguncian rem (‘anti-brake lock system’ atau ABS) pada Prius tahun 2010 di akhir bulan lalu dan produk yang diproduksi sekarang tidak akan ditarik kembali.

Seorang pejabat pada Kementrian Transportasi Jepang mengatakan Toyota akan menunda penjualan semua model hibrida di Jepang kecuali Prius keluaran 2010, sampai adanya perbaikan yang diperkirakan selesai pada akhir Februari atau awal Maret.

Penarikan Prius di Jepang sepertinya akan terjadi juga di AS, Eropa, dan tempat lainnya. Pabrikan mobil asal AS, Ford Motor Co mengatakan, minggu lalu, mereka akan memberikan sebuah perangkat lunak bagi para konsumennya untuk mengatasi masalah sistem pengereman pada dua produk hibridanya, tanpa harus melakukan penarikan.

Penanganan terhadap masalah Prius itu oleh pihak berwenang AS juga mengundang pertanyaan. U.S. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), otoritas yang mengurus keamanan jalan bebas hambatan di AS, telah menerima lebih dari 100 keluhan sebelum memulai penyelidikan pada 3 Februari, sehari setelah Toyota mengumumkan kebijakannya.

Sementara itu, keluhan kepada otoritas berwenang AS mengenai Prius produk 2010 telah melonjak tajam sejak departemen transportasi setempat mengumumkan penyelidikan formal.

Tercatat lebih dari 1000 laporan keluhan dari pemilik kendaraan tetapi sebagain laporan itu ternyata hanya merupakan pengulangan sehingga sulit untuk menentukan jumlah sebenarnya.

Selain itu, empat korban cedera telah dilaporkan. Kabar buruk kemudian datang dari Kelley Blue Book, sebuah perusahaan terkemuka yang menyajikan informasi tentang harga penjualan mobil bekas di AS, pada Senin mengatakan berencana memotong harga mobil bekas yang termasuk dalam penarikan Toyota sebesar 1,5 persen karena, “menumpuknya produk Toyota baik di dealer maupun pelelangan.”

Toyota semakin disorot seiring pemeriksaan kepala eksekutif Amerika Utara, Yoshimi Inaba, bersaksi kepada Kongres AS di depan ‘House Oversight Committee’ di Washington, AS.Menteri Transportasi AS, Ray LaHood dan pemimpin NHTSA juga akan bersaksi.

Toyota (camry)
Toyota juga mengkonfirmasikan penghentian penjualan 8 model terbaru mereka di Amerika Serikat. Penghentian penjualan ini terkait dengan adanya masalah pedal gas yang bisa membahayakan keselamatan pengemudi. Pedal gas tersebut tetap lengket dalam posisi tertekan meski pengemudi sudah melepas pedal tersebut.

Dari sekian banyak model, Toyota juga harus menarik seri Camry, seri yang paling laku terjual di Amerika Serikat. Toyota, di Amerika sempat merebut posisi sebagai mobil terbaik dalam kehandalan dan kenyamanan dari General Motors Co dua tahun lalu.

Toyota sendiri membuka bengkel di setiap dealer selama 24 jam penuh dan memberikan perbaikan (recall). Upaya ini untuk menekan kerugian pihak Toyota yang harus memperbaiki dan mengganti pedal yang cacat pada sekitar 2,4 juta kendaraan.

Toyota sendiri menunjukkan kepeduliannya dan memasang iklan satu halaman penuh di beberapa koran dan media Amerika yang berisi informasi penarikan mobilnya.

Diakui oleh pasar tindakan Toyota tersebut mungkin bisa mengangkat reputasi Toyota di tengah kerugian akibat kesalahan produksi tersebut.

Selain Toyota, Peugeot dan Citroen Eropa juga akan menarik produk mereka yang dirakit oleh pabrik Toyota di Praha, Cekoslovakia. Peugeot dan Citroen memang bekerja sama dengan Toyota dalam perakitan beberapa merek mobil mereka.

Honda (City)
Di Indonesia yang akan di-recall oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) ternyata adalah Honda New City. Jumlahnya tidak sedikit, 3.240 unit tahun produksi 2007 dan 2008. Yang bermasalah – sesuai rilis yang dikeluarkan Honda – adalah Power Window Master Switch atau tombol utama yang berada pada pintu di sisi pengemudi, terdapat lima tombol dengan master ada paling depan bergambar kaca.

Karena Air
Sebenarnya, selama tidak ada air tumpah atau masuk ke bezel tombol power window, tak menimbulkan masalah. Tetapi bila ada tumpahan atau tetesan air hujan masuk atau merembes ke tombol power window dan menumpuk dalam waktu lama, mengakibatkan kedua terminal atau kontak tombol jadi berkarat.

Air yang berada di antara kedua kontak juga menyebabkan listrik mengalir secara terus-menerus. Kontak jadi panas dan akhirnya meleleh. Power window pun tidak bisa bekerja.

Kaca Dibuka
Air dan kotoran bisa saja menumpuk lebih cepat pada tombol utama power window (master) karena kaca dan pintu sering dibuka. Kondisi ini umumnya terjadi pada mobil dengan pengemudi perokok berat. Mereka lebih sering membuka kaca baik sedikit atau seluruhnya dibandingkan pengemudi yang tidak merokok. Pada kondisi seperti itu, air dan kotoran lebih gampang masuk bezel tombol-tombol. Apalagi kaca dan pintu sering dibuka ketika hujan.

Faktor lain, juga membuat tombol di sisi pengemudi cepat rusak, karena kacanya lebih sering difungsikan. Kaca mesti dibuka-tutup ketika mengambil karcis atau membayar jalan tol, parkir dan sebagainya.

Karena baru kali ini terjadi, belum ada penjelasan apakah power window bermasalah karena materi atau desain yang kurang bagus. Bisa pula posisi penempatannya yang tidak tepat. Bila masternya yang rusak, seluruh sistem power, seluruh sistem tidak bisa bekerja termasuk tombol pada pintu penumpang baik depan maupun belakang.

Kendati mobil Anda bukan Honda City atapun Jazz, kasus yang sama bisa saja terjadi pada mobil yang menggunakan power window. Karena itu sebaiknya, segera keringkan tombol-tombol bila kena hujan.

Honda (Accords, Civic, Acura)
Raksasa otomotif asal Jepang, Honda Motor Co. (HMC) menarik (recall) sebanyak 440.000 unit kendaraannya di seluruh Amerika Serikat. Hal ini dilakukan menyusul adanya kesalahan teknis pada sistem airbag yang terpasang dipanel kendaraan.

Kerusakan teknis ini, bisa membahayakan penumpang bagian depan kendaraan karena meniupkan udara dengan tekanan yang terlalu tinggi. Juru bicara Honda, Sage Marie mengatakan, penarikan ini dilakukan untuk beberapa produk seperti Accords (tahun produksi 2001 dan 2002), Civic (2001), dan Acura TL (2002 dan 2003).

“Bahan logam bisa menembus lapisan airbag, yang memungkinkan terjadinya cedera atau bahkan fatal bagi penumpang kendaraan,” jelas merek berlambang H ini, seperti dikutip Kantor Berita AFP, akhir pekan lalu.

Penarikan ini, merupakan perluasan yang sebelumnya dilakukan (recall) sebanyak 4.600 unit mobil Honda Accord dan Civic tahun produksi 2001 pada November 2008. Pihak produsen akan segera menghubungi konsumennya untuk kemudian memperbaiki kerusakan yang terjadi, tentu saja Gratis. Kampanye penarikan kembali produk Honda ini diberi label, US-Honda-auto-safety-recall.

VW
Produsen mobil asal Jerman Volkswagen menyatakan telah menarik dari pasaran (recall) sebanyak 20 ribu unit mobil di Meksiko, sehari setelah diumumkan adanya recall sebanyak 200 ribu unit mobil di Brazil karena potensi malfungsi roda.

Manajemen Volkswagen, seperti dikutip dalam laman AFP, Sabtu, 13 Februari 2010, mengatakan recall di Meksiko dilakukan karena adanya kemungkinan bearing roda belakang kurang lubrikasi (pelumas), sehingga menimbulkan suara berisik. Bahkan, jika gangguan ini tak segera diatasi akan menyebabkan roda tidak bergerak.

Sebanyak 20 ribu mobil yang rencananya akan ditarik tersebut berjenis Gol and Gol Sedan. Sehari sebelumnya, perusahaan mengumumkan akan me-recall sebanyak 200 ribu model Novo Gol and Voyage di Brazil karena masalah yang sama.

Volkswagen Brazil mengatakan di situsnya bahwa sebanyak 193.620 mobil Novo Gol and Voyage mengalami gangguan kekurangan lubrikasi pada roda belakang, di mana akan menyebabkan roda berdecit dan selanjutnya memungkinkan roda tidak bisa bergerak. “Dalam kasus yang ekstrik, dapat membuat roda trelepas,” seperti termuat dalam situsnya.

Pengumuman tersebut, menyusul maraknya kasus penarikan serupa oleh Toyota kareana masalah akselerator dan rem, serta kompetitor otomotif Jepang lainnya, Honda, juga melakukan penarikan di Amerika Utara, Jepang, Taiwan, dan Australia karena gagal fungsi kantung udara.

Ford
Ford Motor Co, Selasa 13 Oktober 2009, menyatakan akan menarik kembali (recall) 4,5 juta lebih kendaraan model lama produksinya. Perusahaan mobil yang bermarkas di Detroit, Amerika Serikat, ini menggaku telah terjadi kegagalan dalam cruise control switch miliknya yang bisa menimbulkan kebakaran.

Tindakan ini membuat catatan recall Ford mencapai 14,3 juta kendaraan dalam 10 tahun terakhir. Ini merupakan penarikan terbesar dalam sejarah dalam kasus serupa. Pada 1995-2003, recall pernah terjadi pada 1,1 juta minivan Ford Windstar yang memiliki risiko kebakaran akibat kebocoran switch kontrol.

Sebanyak 3,4 juta kendaraan Ford model Lincoln dan Mercury juga pernah di-recall. Sebenarnya, Ford belum menerima laporan kebakaran atas kedua model ini. Namun, Ford mengganti switch kontrol itu karena menggunakan komponen yang sama.

Ford menyarankan bagi pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar recall, untuk menunggu instruksi dari perusahaan hingga akhir bulan ini. Ford juga akan memberikan keterangan tata cara mendapat perbaikan.

Mich, perusahaan mobil berbasis Dearborn, Amerika Serikat, telah berjuang selama satu dekade dengan masalah yang sama, kerusakan switch kontrol. Atas kerusakan ini ratusan keluhan dan belasan gugatan terus bermunculan.

Dalam surat yang dikirim kepada pemerintah AS, Ford mengaku telah menerima beberapa laporan atas terjadinya kebakaran. Ford mulai melakukan investigasi terhadap Windstar pada Februari 2008 setelah menerima laporan itu. Kemudian, Badan Keselamatan Transportasi Jalan Nasional Keselamatan (NHTSA) turut menyelesaikan masalah itu sejak Juni 2008.

Dalam investigasi itu, peneliti menemukan switch yang dibuat oleh Texas Instruments itu bisa bocor dan menimbulkan panas, sehingga berpotensi memicu kebakaran. NHTSA juga mengidentifikasi terjadinya kebocoran pada cairan yang bisa merusak modul kontrol rem.

Sejarah recall Ford di Amerika pernah terjadi pada 1995-2003 Ford Windstar, 2000-2003 Ford Excursion diesel, 1993-1997 dan 1999-2003 Ford F-Super Duty diesel.

Pada Ford juga me-recall 1992-2003 Ford Econoline, 1995-2002 Ford Explorer, 1995-2002 Mercury Mountaineer, 1995-1997 dan 2001-2003 Ford Ranger, serta pada 1994 Ford F35. (dari berbagai sumber)

Bila Anda punya naskah/artikel silakan kirim ke redaksi@maubaca.com. Jika diambil dari tempat lain jangan lupa sebut sumbernya. Akan segera kami tampilkan. Trima kasih.

-->