Inilah Posisi Popularitas Berita Internet

Internet menjadi platform berita paling populer ketiga di Amerika Serikat, di bawah siaran televisi daerah dan nasional di negara itu, demikian survei Internet & American Life Project dan Project for Excellence in Journalism, Pew Research Center, yang diumumkan awal Maret 2010.

Menurut survei itu, 78 persen dari 2.259 orang dewasa AS yang dijaring oleh jajak pendapat itu, mengatakan bahwa pada hari biasa mereka mendapatkan berita dari stasiun TV daerah. Lalu, 73 persen mengaku mendapatkan berita dari jaringan televisi nasional seperti CBS atau stasiun tv kabel semisal CNN atau Fox. 61 persen mengaku, di hari biasa, mereka mendapatkan berita dari laman berita Internet, sementara 54 persen mendapatkannya dari program berita radio di rumah atau dalam kendaraan.

50 persen menyatakan memperoleh berita dari koran lokal dan 17 persen dari dari suratkabar nasional seperti New York Times atau USA Today. 99 persen mengaku mendapatkan berita, dari salah satu dari tiga platform media berikut; edisi cetak suratkabar lokal dan nasional, stasiun tv daerah dan nasional, dan radio atau Internet.

92 persen menyatakan di hari biasa, mereka mendapatkan berita dari banyak platform media, dengan setengah diantaranya memanfaatkan empat sampai enam platform media setiap hari. 21 persen orang dewasa AS yang mendapat berita online dengan mengandalkan diri kepada satu laman berita dan informasi, namun 57 persen mencampurkan dua dan lima platform, demikian survei itu. Sebelas persen mengaku mendapatkan berita dari lebih dari lima laman dan 65 persen menyatakan tidak memiliki laman favorit.

“Orang Amerika menjadi kecanduan berita online maupun offline, namun ada batasnya,” kata Amy Mitchell, Deputi Direktur Project for Excellence in Journalism, Pew Research Center.

“Mereka umumnya tidak mempunyai satu laman favorit, meski begitu mencari apa saja. Kebanyakan pengguna berita online secara reguler tertarik pada banyak laman berbeda,” kata Mitchell.

Survei itu juga mendapatkan fakta bahwa 33 persen pengguna ponsel mendapatkan berita dari wahana telekomunikasi mobil.

“Kepedulian pada berita terjadi setiap saat, di mana saja, melalui wahana apapun, bagi mereka yang ingin tetap melek informasi,” kata Kristen Purcell, Direktur Riset Internet & American Life Project, Pew Research Center.

Portal-portal berita seperti Google News, AOL dan Topix menjadi diantara sumber berita online yang paling umum dimanfaatkan, bersama dengan laman-laman seperti CNN, BBC dan koran-koran daerah dan nasional.

37 persen dari pemgguna Internet mengatakan turut membantu terciptanya berita, mengomentarinya atau menyebarkannya melalui situs jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter.

75 persen pengguna berita online mendapatkan berita karena diforward via email atau postingan situs-situs jejaring sosial, sedangkan 52 persen menyatakan berbagi berita dengan yang lainnya lewat link.

Survei juga menyebarkan pertanyaan mengenai opini di media massa, di mana 63 persen menyatakan setuju dengan berita produk organisasi-organisasi berita besar yang bekerja baik dengan meliput banyak berita penting dan diperhatikan pembacanya. Kendati begitu, 71 persen setuju dengan pernyataan, “kebanyakan media berita saat ini bias dalam peliputannya.”

Survei ini diselenggarakan dari 28 Desember sampai 19 Januari, dengan tingkat kesalahan (margin of error) plus atau minus 2,3 persen. (*)

Buzz… Google Getarkan Facebook dan Twitter

MAUBACA.COM: Perusahaan raksasa, Google Inc memperkenalkan sejumlah fitur jejaring sosial ke dalam produk surat elektronis kenamaannya, Gmail.

Langkah perusahaan yang terkenal dengan mesin pencari di internet itu dimaksudkan untuk memungkinkan Gmail bersaing dengan situs jejaring sosial populer dunia, Facebook dan Twitter.

Dengan adanya produk baru yang dinamakan Google Buzz itu, para pemakai Gmail dapat dengan cepat berbagi pesan, link situs, dan foto dengan rekan mereka sesama pengguna Gmail.

Google juga memperkenalkan sejumlah produk baru yang didesain khusus agar fitur-fitur jejaring sosial barunya cocok bagi peralatan selular, seperti “telepon pintar”, berbasis sistim operasi Android.

Semua itu dimaksudkan Google untuk memperkuat daya saingnya menghadapi layanan situs jejaring sosial populer, seperti Twitter dan Facebook.

Menurut comScore, Gmail merupakan layanan surat elektronis berbasis situs ketiga terpopuler di dunia. Jumlah pengunjungnya pada Desember 2009 mencapai 176,5 juta.

Gmail masih berada di bawah Hotmail milik Microsoft dan email Yahoo yang masing-masing menduduki posisi pertama dan kedua dunia dengan jumlah pengunjung 369,2 juta dan 303,7 juta.

Selain memperkenalkan Buzz di Gmail, Google juga meluncurkan aplikasi selular khusus untuk Buzz dan teknologi Buzz ke dalam versi selular produk peta dan situsnya.

Pada 2004, Google meluncurkan jejaring sosial Orkut. Berbeda dengan jejaring sosial raksasa Facebook dan MySpace di Amerika Serikat, Orkut hanya berhasil meraih pasar tertentu dunia, seperti Brazil.

Dalam membangun jejaring sosial dalam produk email, Google mengikuti langkah Yahoo yang sebelumnya telah mengambil pendekatan serupa dalam upayanya menyaingi Facebook.

Pada 5 Februari lalu, perusahaan raksasa dunia ini juga menambah fitur peta “Google Earth” yang memungkinkan para pengguna Internet “menjelajahi” kehidupan dasar samudera.

Selain itu, layanan fitur peta interaktif dunia maya milik Google ini juga membantu mereka yang tertarik dengan sejarah Perang Dunia II dengan beragam foto pengeboman kota-kota Eropa. (*)

Bila Anda punya naskah/artikel silakan kirim ke redaksi@maubaca.com. Jika diambil dari tempat lain jangan lupa sebut sumbernya. Akan segera kami tampilkan. Trima kasih.

-->