Sejumlah Siswi SMP Pilih Kawin Ketimbang Ikut UN
Ada fenomena aneh di kalangan siswi SMP di beberapa daerah. Mereka lebih memilih menikah dalam usia dini daripada ikut Ujian Nasional (UN). Kepatuhan kepada kehendak orangtua telah membuat mereka berhenti sekolah.
Di Makassar misalnya, sejumlah siswa SMP dan sekolah sederajat di Makassar tidak ikut Ujian Nasional (UN) karena telah menikah dikawinkan oleh orang tuanya.
“Dari 348 siswa SMP Negeri 4 Makassar yang terdaftar akan mengikuti UN, hanya 344 orang yang hadir karena ada yang telah menikah dan ada pula yang sudah mengundurkan diri,” kata Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Makassar Abd Kadir di Makassar, Rabu (31/3/2010).
Mengenai nama siswa yang menikah dan mundur sehingga tidak dapat ikut UN, ia enggan menyebutkan. Namun yang jelas, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada pihak keluarga siswa agar mengizinkan anaknya menyelesaikan ujiannya terlebih dahulu sebelum menikah.
“Kami tidak bisa mengintervensi terlebih jauh, karena pihak keluarganyalah yang merasa lebih menentukan kehidupan anaknya,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel H Patabai Pabokori mengatakan, juga akan ditelaah kasusnya, dan masih diberi kesempatan siswa tersebut mengikuti ujian susulan.
Sementara itu di Muara Teweh, jugabterjadi hal yang sama. Lantaran telah menikah, maka berapa pelajar dari sejumlah sekolah di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah tidak mengikuti ujian nasional (UN) SMP dan sederajat tahun 2009/2010.
“Di sekolah kami ada satu orang pelajar perempuan dari SMP PGRI Hajak tidak mengikuti UN diduga telah berhenti karena menikah,” kata Kepala SMPN 3 Muara Teweh, Irwansyah.
Menurut Irwansyah, SMPN 3 Muara Teweh merupakan salah satu sekolah penyelenggara UN dengan peserta selain dari pelajar sekolah tersebut dan SMP PGRI Hajak juga dari PGRI Desa Sabuh dengan jumlah terdaftar sebanyak 105 orang.
Peserta yang tidak ikut UN, kata dia, ada empat orang salah satunya perempuan sedangkan tiga lainnya laki-laki. “Selain kawin, peserta lainnya yang tidak ikut UN tersebut telah berhenti dengan alasan tertentu,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Muara Teweh, Hj Nurul Yakin mengatakan pelajar di sekolahnya yang tidak mengikuti UN hanya dua orang yakni satu perempuan dan satu laki-laki. “Pelajar perempuan yang tidak ikut ujian ini juga berhenti dengan alasan menikah,” katanya. Peserta ujian nasional di SMPN 1 sebanyak 212 orang ditambah 28 orang dari SMP Santa Maria Muara Teweh.
Sedangkan, Kepala SMPN 2 Muara Teweh, Tandu mengatakan pelajar yang tidak mengikuti UN di sekolahnya ada empat orang, yakni tiga laki-laki dan satu perempuan ditambah satu orang perempuan dari SMP PGRI Muara Teweh. “Alasan mereka tidak mengikuti UN juga karena berhenti atas permintaan sejumlah orang tua pelajar,” katanya. Pelajar yang mengikuti UN di SMPN 2 tersebut sebanyak 251 orang dan SMP PGRI 20 orang.
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Jamaludin mengatakan, peserta UN untuk SMP dan sederajat yang digelar hingga 1 April nanti diikuti sebanyak 1.817 pelajar. Kegiatan UN tahun ajaran ini diikuti ribuan orang pelajar dari 36 sekolah negeri dan swasta serta Madrasyah Tsanawiyah (Mts).
Sekolah yang menggelar UN, kata dia, untuk dalam kota Muara Teweh di antaranya SMPN 1, SMPN 2,SMPN 3 dan MTs Negeri Muara Teweh, serta sejumlah sekolah negeri di enam kecamatan.
Readers Comments (0)