Nasib Satwa Liar di Merapi
MAUBACA.COM: Ternyata letusan Gunung Merapi mengancam keselamatan satwa-satwa liar. Puluhan ekor satwa dari berbagai jenis telah kehilangan habitat alaminya, menyusul rusaknya hutan akibat terkena awan panas.
Sejumlah relawan, mengevakuasi satwa ke Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY), untuk dikarantina sementara. Penyelamat satwa Daniek Hendarto menuturkan, ada sekira 15 relawan yang diterjunkan, semenjak terjadi erupsi. Mereka berasal dari COP (Center for Orangutan Protection), JANN (Jakarta Animal Aid Network), AFG (Animal Friend Yogya). Mereka setiap hari bekerja bersama dengan tim SAR di posko Merapi.
Dari pantauan yang dilaksanakan, kebanyakan satwa ini kehilangan habitat alaminya. Selama ini mereka hidup dan tinggal di hutan yang berada di lereng Merapi. Pasca-awan panas, habitat alaminya rusak. Makanan dan tumbuhan yang ada mati dan tertutup abu. Satwa sendiri akhirnya memilih meninggalkan habitat dan turun mencari tempat yang aman, termasuk mendekati pemukiman penduduk.
“Kondisi ini mengancam satwa akan punah karena kurang makanan dan habitatnya rusak. Belum lagi ancaman maysarakat untuk menangkap,” tutur Daniek.
Tim yang diterjunkan telah melakukan pemantauan di sepanjang wilayah. Salah satunya di Telaga Putri dan Karang Pramuka. Di lokasi ini ada sekira 60 sampai 70 ekor kera ekor panjang yang berhasil ditemukan. Oleh para relawan, mereka diberikan makanan buah dan sayuran.
Sejumlah relawan juga menemukan adanya dua satwa yang dilindungi yang ditempatkan di dalam kandang rumah penduduk. Yakni elang ikan kepala abu (Ichthyophaga ichthyaetus) dan kera ekor panjang (Makaka Vascicularis) yang ditinggal pemiliknya mengungsi. “Setelah koordinadi dengan BKSDA, kedua satwa ini kita evakuasi dan titipkan di YKAY,” kata Daniek.
Relawan asal JAAN, Benfica mengaku kesulitan untuk melakukan pemantauan langusng di lapangan. Sebab beberapa lokasi tertutup dan dilarang relawan dilarang masuk. Mereka hanya bisa masuk, bersama dengan Tim SAR, dan TNI yang bertugas. “Untuk sementara, mereka direhabilitasi dulu di YKAY, sebelum nanti dilepaskan,” jelasnya.
Humas YKAY, Rosalia Setyawati mengatakan sudah menerima tiga ekor satwa selama ada musibah merapi. Dua ekor satwa diserahkan kemarin pagi oleh Cop dan JAAN. Sedangkan satu ekor lainya, adalah elang sikep madu (Pernis ptilorhynchus orientalis) yang diperoleh dari masyarakat di pengungsian Merapi. “Sudah ada tiga satwa yang kita terima,” ujar Rosalia.
Ketiga satwa ini dalam kondisi resah dan stres. Mereka masih memerlukan adaptasi dengan lingkungan baru. Bahkan elang sikep madu, kondisinya sudah terluka dan memerlukan perawatan secara medis.
Saat ini mereka masih ditaruh di dalam kandang observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya. “Untuk elang sikep madu kondisinya sakit, kalau yang baru belum kita periksa,” sebut dokter hewan di YKAY, Dian Tresno Wikanti.
Readers Comments (0)