<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Maubaca : Jendela Portal</title>
	<atom:link href="http://www.maubaca.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.maubaca.com</link>
	<description>JENDELA PORTAL BERITA TERKINI</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 03:30:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Fakta Dulmatin Punya Nyawa Cadangan</title>
		<link>http://www.maubaca.com/fakta-dulmatin-punya-nyawa-cadangan/</link>
		<comments>http://www.maubaca.com/fakta-dulmatin-punya-nyawa-cadangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 00:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[100 persen dengan tingkat kekeliruan satu banding 100.000 triliun]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Sayyaf]]></category>
		<category><![CDATA[Alfa Moha]]></category>
		<category><![CDATA[AP]]></category>
		<category><![CDATA[Associated Press]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk alis mata]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk dagu]]></category>
		<category><![CDATA[bergabung dengan Dulmatin]]></category>
		<category><![CDATA[data sekunder]]></category>
		<category><![CDATA[DNA]]></category>
		<category><![CDATA[Dulmatin]]></category>
		<category><![CDATA[Dulmatin Dipastikan Tewas]]></category>
		<category><![CDATA[Dulmatin ditembak]]></category>
		<category><![CDATA[Dulmatin tewas]]></category>
		<category><![CDATA[Dulmatin Tewas Dalam Gempuran Militer]]></category>
		<category><![CDATA[Dulmatin Tewas Dibom di Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Dulmatin turut tewas]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Dulmatin Punya Nyawa Cadangan]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[hasil tes DNA]]></category>
		<category><![CDATA[informasikan kematian Dulmatin berkali-kali]]></category>
		<category><![CDATA[Irwasum Polri Komjen Nanan Soekarna]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Jet-jet tempur menjatuhkan bom-bom]]></category>
		<category><![CDATA[JI]]></category>
		<category><![CDATA[Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi]]></category>
		<category><![CDATA[Kadiv Humas Polri Irjen Edward Aritonang]]></category>
		<category><![CDATA[Kapusdokes Polri Brigjen (Pol) Mussadeq]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri]]></category>
		<category><![CDATA[Kepolisian Nasional Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Khadaffy Janjalani]]></category>
		<category><![CDATA[Komandan Angkatan Laut Mindanao Barat]]></category>
		<category><![CDATA[lahi lalat di bawah bibir]]></category>
		<category><![CDATA[Laksamana Emilio Marayag]]></category>
		<category><![CDATA[Lubok]]></category>
		<category><![CDATA[Manguindanao]]></category>
		<category><![CDATA[Maruan]]></category>
		<category><![CDATA[menyerupai Dulmatin]]></category>
		<category><![CDATA[meregang nyawa di depan layar komputer]]></category>
		<category><![CDATA[militer Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Militer Filipina Yakin Dulmatin Tewas]]></category>
		<category><![CDATA[Pamulang]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima Sugala]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat tinggi Polri lain]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan sidik jari dan DNA]]></category>
		<category><![CDATA[pentolan Abu Sayyaf]]></category>
		<category><![CDATA[Philipine Star]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sulu]]></category>
		<category><![CDATA[Ruko Puri Pamulang Blok A No 6 di Jalan Siliwangi]]></category>
		<category><![CDATA[sejata api jenis revolver]]></category>
		<category><![CDATA[sidik jari]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tawi-Tawi]]></category>
		<category><![CDATA[teroris yang paling dicari di seluruh dunia]]></category>
		<category><![CDATA[The Age]]></category>
		<category><![CDATA[The Australian]]></category>
		<category><![CDATA[Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani]]></category>
		<category><![CDATA[warnet Multiplus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maubaca.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[MAUBACA.COM: Dulmatin, teroris yang paling dicari di seluruh dunia, terutama oleh otoritas keamanan Filipina, Indonesia dan Amerika Serikat betul-betul seperti kucing yang punya nyawa cadangan. Berkali-kali dinyatakan tewas dalam serangan militer, tetapi ia tetap masih hidup. Terakhir ia ditembak mati di Pamulang, Tangerang oleh tim Densus 88, masihkah &#8216;kucing&#8217; itu hidup?. Berikut informasikan kematian Dulmatin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAUBACA.COM: Dulmatin, teroris yang paling dicari di seluruh dunia, terutama oleh otoritas keamanan Filipina, Indonesia dan Amerika Serikat betul-betul seperti kucing yang punya nyawa cadangan. Berkali-kali dinyatakan tewas dalam serangan militer, tetapi ia tetap masih hidup. Terakhir ia ditembak mati di Pamulang, Tangerang oleh tim Densus 88, masihkah &#8216;kucing&#8217; itu hidup?. Berikut informasikan kematian Dulmatin berkali-kali. </p>
<p><strong>28/01/2005<br />
Dulmatin Tewas Dibom di Filipina</strong><br />
Salah satu buronan terorisme Mabes Polri, Dulmatin, dikabarkan telah tewas dalam serangan udara aparat keamanan Filipina. Demikian dirilis media Australia, The Age mengutip The Australian, Jumat (28/1/2005). </p>
<p>Dilaporkan bahwa pria ahli bom yang diduga terlibat bom Bali 2002 itu tercium melakukan pertemuan dengan teroris kelompok Abu Sayyaf yang bermarkas di selatan Filipina, tepatnya di Provinsi Mindanao, 900 km dari Manila. Mengetahui hal itu militer Filipina langsung menyerbu lokasi. </p>
<p>Jet-jet tempur menjatuhkan bom-bom hingga sasaran hancur lebur. Sumber militer Filipina menyatakan bahwa Dulmatin turut tewas dalam serangan itu. Sementara, Jubir Angkatan Darat Filipina Kolonel Franklin del Prado menuturkan pada Associated Press (AP) bahwa dalam pertemuan yang digempur bom itu dihadiri pentolan Abu Sayyaf, Khadaffy Janjalani dan 3 anggota Jamaah Islamiyah (JI), termasuk Dulmatin. Sedangkan 2 lainnya diketahui bernama Maruan dan Mauyha, dinyatakan juga berasal dari Indonesia.</p>
<p><strong>4 Agustus 2006<br />
Dulmatin Tewas Dalam Gempuran Militer</strong><br />
Harian Philipine Star, kembali memberitakan dua teroris pelarian dari Indonesia, Dulmatin dan Umar Patek, yang diidentifikasi sebagai Maruan dan Mauyha tewas dalam peristiwa penyerangan udara militer Filipina ke kelompok Abu Sayyaf.</p>
<p>Saat terjadi penyerangan udara ke kawasan Manguindanao, Pulau Sulu, Filipina Selatan, keduanya disebutkan sedang mengadakan pertemuan dengan para anggota kelompok Abu Sayyaf, pimpinan Khaddafy dan Janjalani, Namun berita itu kemudian tidak terbukti.</p>
<p>Harian Phillipines Star kembali memberitakan Dulmatin terluka dalam bentrokan senjata antara pihak militer Filipina dengan militan Abu Sayyaf pada 16 Januari 2007. Berita itu lagi-lagi tidak terbukti. Spekulasi berita terhadap tersangka bom Bali ini, diduga karena iming-iming hadiah cukup besar dari Pemerintah Amerika Serikat bagi yang berhasil menangkap hidup atau mati buronan teroris tersebut.</p>
<p><strong>20 Februari 2008<br />
Militer Filipina Yakin Dulmatin Tewas</strong><br />
TEMPO Interaktif, Zamboanga: Militer Filipina hingga saat ini sangat meyakini mayat yang ditemukan Selasa lalu adalah Dulmatin, tersangka anggota Jamaah Islamiyah yang diduga terlibat Bom Bali I dan serangan teror di negara itu.</p>
<p>Keyakinan ini diperkuat oleh hasil tes yang dilakukan aparat keamanan Australia. “Lebih dari 90 persen, kami yakin mayat itu adalah Dulmatin,” kata seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.</p>
<p>Laboratorium kriminal Kepolisian Nasional Filipina saat ini sedang menguji gen (DNA) dari mayat itu dan dicocokkan dengan contoh DNA anak-anak Dulmatin yang diambil Mei tahun lalu.</p>
<p>Pihak militer juga memiliki Alfa Moha alias Bin sebagai saksi kunci. Warga asli Tawi-Tawi ini menyerahkan diri dua pekan setelah operasi militer 31 Januari lalu.</p>
<p>Menurut Laksamana Emilio Marayag, Komandan Angkatan Laut Mindanao Barat, Moha mengaku Dulmatin luka serius dalam baku tembak di daerah Lubok, Panglima Sugala, Tawi-Tawi.</p>
<p>Luka tembak di badan mayat itu juga sesuai dengan keterangan Moha, yakni di rusuk kanan, kaki kiri, alis, dan dada kanan. Namun, pihak militer masih harus menunggu hasil tes DNA yang akan keluar sepekan mendatang. “Kami harus menunggu hasil tes DNA untuk laporan akhir,” ujar Mayor Eugenio Batara, juru bicara Marayag.</p>
<p>Moha adalah putra dari seorang nelayan yang diajak bergabung dengan Dulmatin, namun ia tidak tahu kalau itu kelompok Abu Sayyaf. Ia mengaku ikut dengan buronan itu selama 25 hari. </p>
<p><strong>9 Maret 2010<br />
Dulmatin Dipastikan Tewas</strong><br />
Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim forensik Kedokteran Polri, dapat dipastikan bahwa salah satu dari tiga anggota teroris yang tewas di Pamulang adalah buronan paling dicari, yaitu Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Mansyur alias Joko Pitono.</p>
<p>”(Dipastikan) 100 persen dengan tingkat kekeliruan satu banding 100.000 triliun ini adalah betul bisa dipertanggungjawabkan secara profesional bahwa yang bersangkutan adalah Dulmatin,” ucap Kapolri saat jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (10/3/2010). Ikut mendampingi Kapolri dalam konferensi pers tersebut, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi, Irwasum Polri Komjen Nanan Soekarna, Kadiv Humas Polri Irjen Edward Aritonang, Kapusdokes Polri Brigjen (Pol) Mussadeq, dan pejabat tinggi Polri lain.</p>
<p>Mussadeq menjelaskan, berdasarkan data sekunder dengan melihat satu lahi lalat di bawah bibir, bentuk alis mata, dan bentuk dagu jenazah diketahui menyerupai Dulmatin. Setelah itu, pihaknya mencocokkan foto wajah Dulmatin saat masih hidup dengan setelah tewas dan dihasilkan keduanya sesuai.</p>
<p>Lalu, kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan dengan data primer, yaitu pemeriksaan sidik jari dan DNA. Untuk sidik jari, Polri tidak memiliki data, sedangkan DNA Dulmatin telah tersimpan di database Polri. Meski telah memiliki data, pihaknya tetap mengambil DNA pembanding dua anggota keluarga Dulmatin, yaitu Ibu Hj Masniati (48) dan Ali Usman (12).</p>
<p>Sebelumnya, Dulmatin tewas di warnet Multiplus, Ruko Puri Pamulang Blok A No 6 di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (9/3/2010) pukul 11.30 saat penggerebekan. Dulmatin terpaksa ditembak setelah mencoba melawan dengan menembakkan satu peluru dengan sejata api jenis revolver ke arah petugas. Dia meregang nyawa di depan layar komputer.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maubaca.com/fakta-dulmatin-punya-nyawa-cadangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aliran-aliran Seks Bebas Yang Pernah Ada di Indonesia</title>
		<link>http://www.maubaca.com/aliran-aliran-seks-bebas-yang-pernah-ada-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.maubaca.com/aliran-aliran-seks-bebas-yang-pernah-ada-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Imam Sholihin]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Tantowi]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Fikr]]></category>
		<category><![CDATA[aliran Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Friday Majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Hakekok Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Penganut Seks Aa Cucu]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Surga Adn]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran-aliran Seks Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Among Tani Mojopahit]]></category>
		<category><![CDATA[anggotanya melakukan seks bebas]]></category>
		<category><![CDATA[BAT]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk ritual penyucian diri]]></category>
		<category><![CDATA[berobat alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[bersetubuh di ruang tamu]]></category>
		<category><![CDATA[Children of God]]></category>
		<category><![CDATA[Ciparay]]></category>
		<category><![CDATA[di PT British American Tobaco]]></category>
		<category><![CDATA[disuruh telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Silaturahmi Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[free sex]]></category>
		<category><![CDATA[FSPP]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Anti Maksiat (Geram)]]></category>
		<category><![CDATA[harta rampasan perang (fa’i)]]></category>
		<category><![CDATA[Kesatuan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MUI Banten KH Aminudin Ibrohim]]></category>
		<category><![CDATA[keturunan ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Laki-laki dan perempuan telanjang bulat selama seharian]]></category>
		<category><![CDATA[menjawab salam]]></category>
		<category><![CDATA[merekam adegan-adegan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[orang pinter]]></category>
		<category><![CDATA[penebar benih dalam rahim]]></category>
		<category><![CDATA[penjelmaan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Satria Piningit]]></category>
		<category><![CDATA[Satria Piningit Weteng Buwono]]></category>
		<category><![CDATA[seks bebas madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Bima]]></category>
		<category><![CDATA[titisan Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[titisan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[wajib bersetubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maubaca.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[MAUBACA.COM: Berbagai hal dilakukan oleh para penganut seks bebas. Mulai dari sendiri-sendiri, berkelompok dua-tiga orang, bahkan membentuk aliran berkedokan agama. Aliran seks bebas berkedok agama pernah marak beberapa waktu lalu. Berikut beberapa kelompok seks bebas yang pernah ada di Indonesia
Satria Piningit
Satu kelompok penganut ajaran sesat muncul di Jakarta, dipimpin seorang guru yang menyebut dirinya sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAUBACA.COM: Berbagai hal dilakukan oleh para penganut seks bebas. Mulai dari sendiri-sendiri, berkelompok dua-tiga orang, bahkan membentuk aliran berkedokan agama. Aliran seks bebas berkedok agama pernah marak beberapa waktu lalu. Berikut beberapa kelompok seks bebas yang pernah ada di Indonesia</p>
<p><strong>Satria Piningit</strong></p>
<p>Satu kelompok penganut ajaran sesat muncul di Jakarta, dipimpin seorang guru yang menyebut dirinya sebagai Satria Piningit Weteng Buwono. Ajaran dan ritualnya benar-benar nyeleneh, di antaranya, memerintahkan para anggotanya melakukan seks bebas dengan ditonton anggota lainnya.</p>
<p>A Koesmana, 58, warga Jalan Kebagusan II RT010/06, Jakarta Selatan, salah seorang mantan pengikut Satria Piningit itu, membenarkan adanya penyimpangan-penyimpangan dalam kelompok tersebut.</p>
<p>Pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) ini mencontohkan perilaku menyimpang dari sang guru misalnya dari tata cara mandi. Sang guru yang mengaku bernama Agus Imam Sholihin alias Agus Noro Soekarno, 32 tahun, meminta pengikutnya untuk dimandikan olehnya, tak peduli lelaki ataupun perempuan. Alasannya, untuk penyucian diri.</p>
<p>”Saya juga disuruh telanjang lalu dimandikan oleh dia. Kalau tidak menuruti perintah, ada hukumannya,” kenang Koesmana.</p>
<p>Penyimpangan ini, kata Koesmana, belum seberapa. Yang lebih parah, para pengikut aliran ini juga disuruh bersetubuh di ruang tamu dengan disaksikan oleh anggota yang lainnya. Ini dilakukan secara bergantian.</p>
<p>Bahkan si Satria Piningit juga minta jatah tersendiri dengan mengajak istri-istri para anggota kelompok masuk ke dalam kamar. ”Namun hal itu tidak menimpa saya, karena istri saya menolak,” tegas Koesmana yang ditemui di rumahnya.</p>
<p>Ajaran sesat lainnya, adalah soal menjawab salam. Bila ada anggota tidak menjawab salam, langsung disuruh telanjang di ruang tamu selama sehari semalam tanpa diberi makan dan minum.”Laki-laki dan perempuan telanjang bulat selama seharian,” ucapnya.</p>
<p>Untuk ‘mengamankan’ kegiatannya, sang guru itu mewanti-wanti para anggotanya untuk tidak membocorkan kiprah mereka kepada orang lain. Kalau ada yang membocorkan, sang guru mengancam akan ada pertumpahan darah dalam keluarganya. ”Anak perempuan saya yang selalu membujuk saya untuk terus mengikuti ajaran ini,” jelas Koesmana sambil menangis mengenang anaknya.</p>
<p>Koesmana mengatakan ia mengikuti aliran ini di awal tahun 2002 ketika bertemu dengan Agus Imam Sholihin di Perumnas III, Bekasi Timur. Saat itu Agus menyatakan akan mengajarkan ilmu agama di rumahnya.</p>
<p>Pada bulan pertama, tidak ada yang aneh pada apa yang diajarkan Agus yang berambut gondrong itu. Namun pada bulan berikutnya, penyimpangan sedikit demi sedikit mulai terkuak. ”Semua yang diperintahkan oleh agama tidak boleh dilakukan dan ia mengaku titisan Tuhan. Semua pengikut wajib menuruti perintahnya. Bila membantah, bisa digugurkan masuk syurga, katanya.”</p>
<p>Karena makin aneh, oleh warga setempat kelompok ini pun diusir dan kemudian pindah ke Jalan Kebagusan, Jaksel, ke rumah Koesmana. Di markas barunya, Agus memasang sejumlah aksesoris yang didominasi warna merah. Fotonya dalam ukuran besar juga terpampang di sana.</p>
<p>Pada bulan Desember 2008, Ratna, 33, anak perempuan Koesmana yang kepincut doktrin Agus meninggal dunia karena sakit. Sejak itulah Koesmana keluar dari kelompok ini. Sejak anaknya meninggal, sang guru yang juga mengaku titisan Soekarno, hanya datang sekali waktu peringatan tiga hari kematian Ratna. Hingga kini Agus yang memiliki sekitar 40 anggota itu tak kedengaran kabarnya.</p>
<p>Namun dua pengikut Agus datang ke rumahnya untuk mengambil sejumlah barang-barang seperti buku-buku ajaran milik sang guru yang masih tertinggal.”Barang yang mereka maksud sudah tidak ada, namun mereka terus memaksa hingga diamankan polisi.” Ketua RT 010/06 Kebagusan, Aswanawi, mengatakan warga sekitar selama ini mengetahui kegiatan di rumah tersebut sebagai pengajian biasa. </p>
<p><strong>Aliran Friday Majalengka</strong></p>
<p>Aliran ini mewajibkan seluruh pengikutnya untuk berhubungan seks bebas sesama anggotanya, wah wah untuk apa ya aliran sesat ini melakukan itu?</p>
<p>Beben Pimpinan dari Aliran Majalengka ini sudah diamankan oleh polres majalengka terkait dengan praktik sesatnya. Aliran friday ini tidak mewajibkan shalat lima waktu dan mengajarkan kepada pengikutnya yang berbeda jenis untuk saling bersetubuh alias ngeseks.</p>
<p>Diduga dijadikan tempat aktivitas aliran sesat, sebuah padepokan ritual Aliran Friday di Desa Ranji Wetan, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dibongkar warga. Aliran ini dipimpin Beben Bentar.</p>
<p>Warga dari Gerakan Anti Maksiat (Geram) Majalengka memulai aksinya dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer. Pembongkaran juga melibatkan personel dari Kepolisian Resor Majalengka. Setelah menyisir seluruh ruangan, warga merobohkan bangunan. Di belakang bangunan tersebut ditemukan sebuah makam yang diduga menjadi lokasi puncak ritual komunikasi gaib.</p>
<p>Polisi menyita sejumlah alat ritual sebagai barang bukti. Menurut polisi, aliran ini sesat karena sebagian ajarannya menyimpang dari ajaran Islam. Di antaranya, tidak mewajibkan umatnya salat lima waktu dan sesama pengikut yang berbeda jenis kelamin wajib bersetubuh. Kini, Beben Bentar telah ditahan dan diperiksa di Markas Polres Majalengka</p>
<p><strong>Aliran Surga Adn</strong></p>
<p>Menjadi kaya raya dan bisa menikmati kebebasan seksual mungkin menjadi obsesi Ahmad Tantowi. Untuk mewujudkan obsesi tersebut, ia pun mendirikan sebuah aliran yang diberi nama Surga Adn. Tantowi berhasil merekrut para pengikut setia, dan kebanyakan perempuan. Para perempuan tersebut dengan bebas ia bisa gauli. Para pengikutnya juga diharuskan untuk membayar sejumlah uang sebagai infak setiap bulannya. Tak ayal, Tantowi pun kaya raya dengan dikelilingi banyak perempuan yang siap melayaninya.</p>
<p>Pihak terkait, termasuk MUI Kab. Cirebon dan Departemen Agama Kab. Cirebon, juga sudah menerima laporan tersebut dari masyarakat. Selanjutnya, kedua institusi tersebut juga telah membentuk tim untuk memverifikasi aliran tersebut. Dari hasil verifikasi tersebut, Ketua MUI Kab. Cirebon, K.H. Ja’far Aqil Siraj, menyatakan kalau aliran tersebut adalah sesat.</p>
<p>Aparat keamanan berhasil menangkap sang pimpinan Surga Adn beserta beberapa pengikutnya. Tidak tanggung-tanggung, aparat keamanan yang mencocok Tantowi langsung dari Polda Jawa Barat. Hal ini dilakukan karena Tantowi selama ini berhasil menjalin “hubungan yang baik” dengan pemerintahan dan aparat keamanan setempat.</p>
<p>Meski sebelumnya beragama Islam dan menyandarkan sumber ajarannya dari Alquran, Tantowi ternyata menyebarkan ajaran-ajaran yang jauh menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam. Ia tidak mewajibkan para pengikutnya untuk melakukan shalat. Padahal shalat jelas-jelas merupakan salah kewajiban pokok umat Islam.</p>
<p>Selain tidak mewajibkan shalat, aliran ini juga sangat menekankan ajaran berinfak. Para pengikutnya wajib menyetorkan setoran 10% dari penghasilan mereka kepada sang pentolan, Ahmad Tantowi. Di samping potongan 10% dari penghasilan bulanan, setiap pengikutnya juga diwajibkan untuk menyetorkan uang rata-rata Rp3-4 juta setiap bulan.</p>
<p>Tentu saja uang segitu banyak tidak mudah untuk diperoleh. Apalagi bagi mereka yang memiliki penghasilan minim. Untuk itulah, Ahmad Tantowi juga menghalalkan segala cara untuk memperoleh uang sekian banyak itu. Orang-orang yang bukan pengikut Surga Adn dianggap kafir, dan harta mereka boleh diambil sebagai harta rampasan perang (fa’i). Jika pengikutnya tidak memberikan setoran, maka hal itu dianggap sebagai hutang yang harus dibayar di bulan berikutnya.</p>
<p>Untuk lebih mengukuhkan dirinya sebagai pimpinan sekte sesat tersebut, Ahmad Tantowi juga mengklaim dirinya sebagai penjelmaan Tuhan yang bernama Al-Fikr. Klaim tersebut diwujudkan dalam bentuk konsep syahadat yang ia rumuskan. Syahadat tersebut berbunyi bahwa: tiada tuhan selain Al-Fikr dan semua penyebar ajaran Surga Adn adalah rasul.</p>
<p>Tantowi –yang telah memiliki empat orang anak dan beberapa orang cucu ini– juga mengajarkan konsep reinkarnasi. Dalam konsepnya, semua orang yang tidak mengikuti ajaran Surga Adn adalah orang-orang kafir. Mereka tidak bisa menjadi manusia kembali setelah kematian mereka, namun menjadi binatang.</p>
<p>Salah satu ajaran yang sangat menghebohkan aliran ini adalah kebebasan seksual. Sebagai seorang pimpinan, Tantowi boleh menggauli pengikut perempuan manapun yang ia kehendaki. Untuk meyakinkan para pengikutnya, Tantowi mengajarkan bahwa hubungan seksual itu adalah bentuk ritual penyucian diri. Parahnya lagi, Tantowi merekam adegan-adegan seksualnya dengan para pengikutnya. Hal itu terungkap dari barang bukti yang berhasil diperoleh pihak penyelidik. Hal ini pula yang membuat penyidik mengundang ahli guna meneliti kondisi kejiwaan Tantowi.</p>
<p>Meski tinggal di Cirebon, Tantowi sendiri sebenarnya bukanlah asli orang Cirebon, namun berasal dari Tangerang. Pada tahun 1970, ia datang ke Cirebon sebagai tukang las kontrak untuk proyek pembangunan Stadion Bima. Saat proyek tersebut selesai, ia tidak mengikuti jejak teman-temannya kembali ke Tangerang. Ia membuka sendiri usaha las yang akhirnya berkembang maju.</p>
<p>Namun sebelum usaha lasnya maju, Tantowi juga sempat menjadi karyawan di PT British American Tobaco (BAT) Indonesia. Ia akhirnya memilih untuk hengkang dari perusahaan tersebut. Hal itu ia lakukan saat usaha lasnya mulai maju dan banyak memperoleh order pembuatan pagar dan teralis.</p>
<p>Riwayat perjalanan spiritualnya dan pengetahuan agama Tantowi tidak diketahui jelas. Namun sejak keluar dari PT BAT, ia mulai menunjukkan perilaku aneh. Ia kerap menghilang tiba-tiba dan meninggalkan anak istrinya. Sebagian orang menduga ia terkait dengan gerakan NII (Negara Islam Indonesia). Sebagian orang lagi menyatakan bahwa ia juga pernah mengikuti aliran Ahmadiyah.</p>
<p>Sebagian warga juga menyatakan bahwa ia sering gonta-ganti teman perempuan. Imam Asja (52) seorang pemilik rumah makan sering memergoki Imam Tantowi makan di rumah makannya bersama beberapa orang perempuan. Para perempuan itu berganti-ganti setiap kali mereka menemani Tantowi makan di rumah makan milik Asja.</p>
<p>Pada awal tahun 2000-an, Tantowi mulai menyebarkan ajaran-ajarannya. Ia mendirikan semacam majelis pengajian di rumahnya. Namun ajaran-ajarannya yang aneh dan dianggap sesat membuat ia pun berkali-kali terusir dari tempat tinggalnya. Namun di tempat terakhir yang ia tempati, di Desa Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, Tantowi relatif lebih aman dari gangguan masyarakat.</p>
<p>Ia memilih strategi jitu untuk bisa mengambil hati masyarakat. Ia sering menyumbang untuk kegiatan sosial remaja, pembangunan masjid, bahkan memberikan “setoran” kepada para aparat setempat. Orang-orang yang berada di sekitar tempat tinggal Tantowi mengenalnya sebagai pedagang barang antik dermawan. Sebagian mereka tidak menyangka jika Tantowi ternyata menyebarkan ajaran sesat yang membuatnya ditangkap oleh aparat keamanan. </p>
<p><strong>Aliran Penganut Seks Aa Cucu</strong></p>
<p>Ratusan orang, Jumat (31/07/2009) menggerebek kelompok yang diduga pengikut aliran sesat mirip Satria Piningit di kampung Pojok, desa Bumiwangi, kecamatan Ciparay, Bandung. Dalam penggerebekan di Ciparay tak ada insiden berdarah karena petugas gabungan segera datang ke lokasi kejadian dan menggelandang 14 penyebar aliran sesat tersebut ke Mapolsek Ciparay. Keterangan yang diperoleh dari lokasi kejadian dan Mapolsek Ciparay mengungkapkan, penggerebekan tersebut berawal dari kecurigaan puluhan warga terhadap ritual yang dilakukan oleh kelompok tersebut sejak tiga bulan sebelumnya. </p>
<p>Kecurigaan mereka bertambah setelah kelompok tersebut menghadirkan orang asing pada saat melaksanakan ritual keagamaan. &#8220;Orang asing tersebut bila diteliti dari logat bicaranya, berasal dari Malaysia. Kami curiga apalagi kami diimbau oleh Kantor Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Bandung harus mewaspadai orang asing dan inilah hasilnya&#8221;, kata ketua Rukun Warga (RW) 09 Desa Bumiwangi, Rochidin. Ia mengatakan sejak tiga bulan lalu kelompok Cucu (45 tahun) alias Aa Cucu melakukan ritual keagamaan secara berkelompok, dari rumah ke rumah secara bergantian. Meski demikian Rochidin mengaku tidak tahu persis ajaran yang dibawa Cucu tersebut. Begitu pula dengan awal penyebarannya.</p>
<p>Ketika penggerebekan dilakukan warga bersama petugas Kantor Kesbanglinmaspol, aparat desa setempat dan anggota Polsek Ciparay, kelompok Cucu didapati sedang melakukan ritual keagamaan. Mereka kini diperiksa intensif di Mapolsek Ciparay. Namun sejauh ini masih belum terungkap apakah aliran tersebut termasuk sesat atau tidak. Sementara itu, Jumat sore diperoleh keterangan bahwa 11 warga kampung Pojok, desa Bumiwangi diizinkan untuk pulang dari Mapolres Ciparay. Tapi tiga tokoh yaitu Cucu alias Aa, Ali, dan Agus Sopandi pemilik rumah yang menjadi tempat ritual masih dalam pemeriksaan di Mapolres Bandung.</p>
<p><strong>Aliran Hakekok Banten</strong></p>
<p>Ketua MUI Banten KH Aminudin Ibrohim mengungkapkan, aliran Hakekok di Kabupaten Pandeglang, Banten, adalah sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu MUI Banten mendesak Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) segera bertindak tegas,&#8221; kata Aminudin di Serang. Selain itu, kata Aminudin, aliran Hakekoh di Pandeglang adalah variasi dari tasawuf dan ritual menyimpang.</p>
<p>&#8220;Yang dimaksud menyimpang itu, mereka beribadah cukup dengan niat dan dilakukan di tempat gelap. Selain itu laki-laki dan wanita yang bukan muhrimnya diperbolehkan bercampur (berhubungan badan-red),&#8221; kata Aminudin, memberi contoh.</p>
<p>Dengan alasan itulah MUI Banten mendesak Bakorpakem dan kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pengikut aliran Hakekok ini. Sebab jika terlambat, dikhawatirkan akan lebih meresahkan masyarakat. &#8220;Masyarakat juga bisa lebih anarkis lagi, jika pemerintah membiarkan hal ini terjadi,&#8221; katanya.</p>
<p>Aminudin juga mengatakan, pihak MUI juga akan secepatnya mengambil langkah setelah Bakorpakem bertindak. &#8220;Kami akan lakukan pembinaan kepada penganut aliran itu. Pembinaan ini juga kami lalukan kepada 40 penganut aliran Ahmadiyah. Dan hasilnya, Alhamdulillah mereka (penganut Ahamdiyah-red) bisa kembali ke jalan Islam,&#8221; katanya.</p>
<p>Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten, Fatah Sulaeman, mengatakan, pihaknya masih melakukan pelacakan apakah jenis organisasi penganut Hakekok dimaksud. &#8220;Apakah organisasi mereka itu mirip pesantren, majelis ta`lim, atau lainnya,&#8221; kata Fatah.</p>
<p><strong>Among Tani Mojopahit</strong></p>
<p>Aliran kepercayaan beraroma &#8216;free sex&#8217; muncul di Madiun. Membabtiskan diri sebagai komunitas Among Tani Mojopahit, aliran ini diduga mengajarkan keyakinan yang nyeleneh. Selain memperbolehkan sesama pengikut bebas bersetubuh, aliran ini melarang komunitasnya mendengarkan Adzan.</p>
<p>Adalah Sukarno, warga Desa Tawangrejo, Kecamatan, Gemarang, Kabupaten Madiun, orang pertama yang menganut dan menyebarkan ajaran ini. Masgulnya, sang pemimpin yang mengklaim sebagai &#8216;Titising Ratu&#8217; (mampu menitiskan trah penguasa, ratu), kini malah kabur akibat amuk massa.</p>
<p>Penyulut kemarahan massa berawal dari hamilnya dua gadis pengikut aliran ini. Massa lantas menuding, Sukarno penebar benih dalam rahim dua gadis itu. Dengan membentangkan spanduk keprihatinan, puluhan warga Desa Tawangrejo Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun ini mendatangi kantor MUI setempat.</p>
<p>Mereka melaporkan munculnya dugaan aliran sesat yang diajarkan Sukarno. Selain kedua ajaran itu, Sukarno juga mengaku pernah melakukan perjalanan &#8216;naik ke langit&#8217; dan bertemu dengan Nabi Adam.</p>
<p>Penyebaran ajaran dilakukan dengan melakukan pertemuan rutin layaknya dakwah, yang kini telah diikuti tak kurang 30 lebih pengikut, baik laki-laki maupun perempuan.</p>
<p>Munculnya aliran beraroma free sex yang dibawa Sukarno, warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun, memicu komentar keras dari ulama tokoh agama setempat. KH Drs Dimyati tegas menyatakan aliran itu jelas menyesatkan.</p>
<p>&#8220;Itu aliran sesat. Tidak ada manusia yang bisa mi’raj, kecuali Nabi Muhammad. Seluruh umat Islam jangan mengikuti aliran itu. Sebab aturan itu jelas menyimpang dari agama,&#8221; ujar mantan wakil rakyat berbasis Nahdliyin ini.</p>
<p>Ketua MUI Kabupaten Madiun, Kiai Mukti, saat berhadapan dengan warga setempat secara implisit juga menilai, aliran itu menyesatkan. Namun, pihaknya akan melakukan penelusuran dan mengumpulan fakta dulu, sebelum mengeluarkan Fatwa.</p>
<p>Widarto, tokoh masyarakat Tawangrejo, mengungkapkan, sebenarnya gerakan aliran Sukarno sudah tercium sejak tahun 2000. Ayah berputra tiga ini, memang dikenal sebagai orang pinter. Hingga, saban hari sejumlah warga bertandang ke rumahnya untuk melakukan konsultasi atau berobat alternatif.</p>
<p>Pengikut aliran ini, tambah tokoh masyarakat yang tinggal tidak jauh dari kediaman Sukarno, sekarang mencapai 30-an orang. Laiknya, sebuah aliran kepercayaan, pada waktu-waktu tertentu mereka berkumpul.</p>
<p>Awalnya, warga tidak terusik dengan aksi Sukarno di bidang konsultasi pengobatan alternatif. Keresahan warga mulai muncul ketika, salah seorang pengikut aliran itu hamil. Sebut saja Win. Wanita berstatus gadis ini, bahkan sampai sekarang belum menikah resmi, meski sudah punya anak seusia kelas 1 SD.</p>
<p>Warga kian resah, ketika kasus hamil pranikah kembali menimpa pengikut Sukarno. Kali ini korbannya adalah Lin, seorang PTT di salah satu Puskesmas di wilayah kecamatan. Malah atas pengaduan warga, Sukarno sendiri sempat dipertemukan dengan Win dan Lin di Balai Desa setempat, disaksikan tokoh masyarakat.</p>
<p>Dalam pertemuan itu terungkap, Win dan Lin sempat berhubungan badan dengan Sukarno. Dan Sang Dukun itu pun bersedia bertanggung jawab. Tapi, praktiknya, kedua gadis itu tidak dinikahi resmi Sukarno, pascapertemuan itu.</p>
<p>Masgulnya lagi, lanjut Widarto, mulai muncul keyakinan di kalangan pengikut, bahwa Sukarno itu orang &#8216;linuwih&#8217; yang mampu menitiskan keturunan ratu. Hingga, ada indikasi sejumlah pengikut rela tidur dengan Sukarno demi mendapatkan &#8216;Titising Ratu&#8217;. &#8220;Yang lebih meresahkan kami ya keyakinan ini,&#8221; ujarnya dibenarkan warga lain.</p>
<p>Diyakini, lantaran komunitas itu terpojok, puluhan pengikut aliran Among Tani Mojopahit, Tawangrejo, Gemarang, Kabupaten Madiun, yang dituding warga setempat sebagai aliran menyimpang melakukan pertobatan. Hadir sebagai saksi pertobatan itu MUI, Kesbanglinmas Pemkab Madiun dan Muspika Kecamatan Gemarang.</p>
<p>Acara tobat yang dilakukan puluhan pengikut aliran Among Tani Mojopahit, di kantor Desa Tawangrejo, Gemarang ini berlangsung tegang. Pasalnya, warga merasa tidak puas lantaran Sukarno yang menjadi pemimpin aliran tersebut tidak terlihat di antara pengikutnya. Warga berang dan meminta polisi segera menangkapnya.</p>
<p>Namun aksi massa berhasil diredam. Acara tobat berjamaah itu berlangsung sekitar tiga jam. Seusai acara MUI dan pejabat terkait meminta warga bersalaman. Namun warga menolak dan memilih membubarkan diri.</p>
<p>Widarto tokoh masyarakat setempat tetap meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Terutama, mengusut Sukarno pimpinan aliran itu. Sebab dia menilai, Sukarno sudah menodai kesantunan dalam bertoleransi antaragama.</p>
<p>Di samping itu, warga juga menuding, pimpinan aliran ini sudah berbuat cabul dengan anak buahnya. Selepas massa unjuk rasa di Balai Desa diteruskan ke MUI, Sukarno berikut keluarganya pergi dan tidak tahu kemana rimbanya. Warga berang lantaran aliran ini bersikap eksklusif, dan beraroma free seks.</p>
<p><strong>Children of God</strong></p>
<p>Ajaran ini pernah marak di Bandung, Jakarta dan beberapa kota lainnya. Konon sampai sekarang masih aktif dan berpindah-pindah tempat ritual. Ajaran ini membolehkan seks bebas, sebagai bentuk kasih terhadap Tuhan. Salah satu ajaran sesat kelompok ini, Yesus diyakini sebagai hasil hubungan seks antara Allah dan Maria. Data pasti pengikut Children of God, tidak diketahui.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maubaca.com/aliran-aliran-seks-bebas-yang-pernah-ada-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Posisi Popularitas  Berita Internet</title>
		<link>http://www.maubaca.com/inilah-posisi-popularitas-berita-internet/</link>
		<comments>http://www.maubaca.com/inilah-posisi-popularitas-berita-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 10:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Amy Mitchell]]></category>
		<category><![CDATA[AOL]]></category>
		<category><![CDATA[BBC]]></category>
		<category><![CDATA[berita online]]></category>
		<category><![CDATA[berita paling populer]]></category>
		<category><![CDATA[CNN]]></category>
		<category><![CDATA[dan radio atau Internet.]]></category>
		<category><![CDATA[Deputi Direktur Project for Excellence in Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[edisi cetak suratkabar lokal dan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Fox]]></category>
		<category><![CDATA[Google News]]></category>
		<category><![CDATA[Internet & American Life Project]]></category>
		<category><![CDATA[New York Times]]></category>
		<category><![CDATA[Pew Research Center]]></category>
		<category><![CDATA[Posisi Popularitas Berita Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Project for Excellence in Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun tv daerah dan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Topix]]></category>
		<category><![CDATA[TV daerah]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[USA Today]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maubaca.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Internet menjadi platform berita paling populer ketiga di Amerika Serikat, di bawah siaran televisi daerah dan nasional di negara itu, demikian survei Internet &#038; American Life Project dan Project for Excellence in Journalism, Pew Research Center, yang diumumkan awal Maret 2010.
Menurut survei itu, 78 persen dari 2.259 orang dewasa AS yang dijaring oleh jajak pendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Internet menjadi platform berita paling populer ketiga di Amerika Serikat, di bawah siaran televisi daerah dan nasional di negara itu, demikian survei Internet &#038; American Life Project dan Project for Excellence in Journalism, Pew Research Center, yang diumumkan awal Maret 2010.</p>
<p>Menurut survei itu, 78 persen dari 2.259 orang dewasa AS yang dijaring oleh jajak pendapat itu, mengatakan bahwa pada hari biasa mereka mendapatkan berita dari stasiun TV daerah. Lalu, 73 persen mengaku mendapatkan berita dari jaringan televisi nasional seperti CBS atau stasiun tv kabel semisal CNN atau Fox. 61 persen mengaku, di hari biasa, mereka mendapatkan berita dari laman berita Internet, sementara 54 persen mendapatkannya dari program berita radio di rumah atau dalam kendaraan.</p>
<p>50 persen menyatakan memperoleh berita dari koran lokal dan 17 persen dari dari suratkabar nasional seperti New York Times atau USA Today. 99 persen mengaku mendapatkan berita, dari salah satu dari tiga platform media berikut; edisi cetak suratkabar lokal dan nasional, stasiun tv daerah dan nasional, dan radio atau Internet.</p>
<p>92 persen menyatakan di hari biasa, mereka mendapatkan berita dari banyak platform media, dengan setengah diantaranya memanfaatkan empat sampai enam platform media setiap hari. 21 persen orang dewasa AS yang mendapat berita online dengan mengandalkan diri kepada satu laman berita dan informasi, namun 57 persen mencampurkan dua dan lima platform, demikian survei itu. Sebelas persen mengaku mendapatkan berita dari lebih dari lima laman dan 65 persen menyatakan tidak memiliki laman favorit.</p>
<p>&#8220;Orang Amerika menjadi kecanduan berita online maupun offline, namun ada batasnya,&#8221; kata Amy Mitchell, Deputi Direktur Project for Excellence in Journalism, Pew Research Center.</p>
<p>&#8220;Mereka umumnya tidak mempunyai satu laman favorit, meski begitu mencari apa saja. Kebanyakan pengguna berita online secara reguler tertarik pada banyak laman berbeda,&#8221; kata Mitchell.</p>
<p>Survei itu juga mendapatkan fakta bahwa 33 persen pengguna ponsel mendapatkan berita dari wahana telekomunikasi mobil.</p>
<p>&#8220;Kepedulian pada berita terjadi setiap saat, di mana saja, melalui wahana apapun, bagi mereka yang ingin tetap melek informasi,&#8221; kata Kristen Purcell, Direktur Riset Internet &#038; American Life Project, Pew Research Center.</p>
<p>Portal-portal berita seperti Google News, AOL dan Topix menjadi diantara sumber berita online yang paling umum dimanfaatkan, bersama dengan laman-laman seperti CNN, BBC dan koran-koran daerah dan nasional.</p>
<p>37 persen dari pemgguna Internet mengatakan turut membantu terciptanya berita, mengomentarinya atau menyebarkannya melalui situs jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter.</p>
<p>75 persen pengguna berita online mendapatkan berita karena diforward via email atau postingan situs-situs jejaring sosial, sedangkan 52 persen menyatakan berbagi berita dengan yang lainnya lewat link.</p>
<p>Survei juga menyebarkan pertanyaan mengenai opini di media massa, di mana 63 persen menyatakan setuju dengan berita produk organisasi-organisasi berita besar yang bekerja baik dengan meliput banyak berita penting dan diperhatikan pembacanya. Kendati begitu, 71 persen setuju dengan pernyataan, &#8220;kebanyakan media berita saat ini bias dalam peliputannya.&#8221;</p>
<p>Survei ini diselenggarakan dari 28 Desember sampai 19 Januari, dengan tingkat kesalahan (margin of error) plus atau minus 2,3 persen. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maubaca.com/inilah-posisi-popularitas-berita-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
