Burung Aneh Berkembang Biak di Afghanistan
Maubaca.com: Beberapa peneliti telah menemukan untuk petama kali daerah perkembang-biakan “reed warbler”, burung berparuh besar, di Afghanistan, dan pada 2007 hewan itu dikatakan sebagai “spesies burung yang paling sedikit diketahui di dunia”.
Para peneliti yang bekerja di Wildlife Conservation Socyety dan Gothenburg University di Swedia mengatakan mereka telah menemukan daerah perkembang-biakan “reed warbler” di Koridor Wakhan, yang terpencil dan terjal di bagian timur-laut Afghanistan. Burung itu telah selamat dari dampak terburuk perang.
Mereka melakukan pengamatan lapangan, contoh museum, rangkaian DNA, dan rekaman audio yang pertama diketahui mengenai spesies tersebut untuk menemukan burung itu dan mengabsahkan temuan tersebut dengan menangkap dan melepaskan hampir 20 burung, jumlah paling banyak yang pernah dicatat.
Dokumen awal mengenai temuan itu muncul di BirdingASIA, yang menggambarkan temuan tersebut di Afghanistan sebagai “saat titik balik penting” dalam studi mengenai burung itu.
Contoh pertama mengenai “reed warbler”, yang berparuh besar, ditemukan di India pada 1867 tapi temuan kedua baru terjadi pada 2006 di Thailand.
“Praktis, tak ada yang diketahui mengenai spesies ini, jadi temuan mengenai daerah perkembang-biakan ini merupakan arus informasi baru tentang `reed warbler`, yang berparuh besar,” kata Colin Poole dari Asia Program di WCS, dalam satu pernyataan yang dikutip oleh Reuters Life!
“Pengetahuan baru mengenai burung tersebut juga menunjukkan bahwa Koridor Wakhan masih menyimpan rahasia biologi dan sangat penting bagi upaya pelestarian masa depan di Afghanistan,” katanya.
Temuan itu terjadi setelah Robert Timmins dari WCS melakukan survei mengenai populasi burung di daerah tersebut.
Koridor Wakhan telah lolos dari dampak terburuk perang selama bertahun-tahun yang berkecamuk di wilayah lain di Afghanistan sejak serbuan Tentara Merah bekas Uni Sovyet pada Desember 1979.
Koridor itu, yang terutama dihuni oleh petani Wakhi dan peternak Kyrghyz, yang tinggal di tenda yang bisa dibongkar, juga menjadi habitat macan tutul salju dan domba liar Marco Polo.
Timmins mendengar kicau yang berbeda dan berasal dari burung kecil yang berwarna coklat dengan paruh panjang. Ia merekam hewan kecil tersebut dan belakangan mendapati bahwa burung itu adalah “reed warbler”, yang berparuh lebar.
Musim panas berikutnya, beberapa peneliti WCS kembali ke daerah yang sama dan menggunakan catatan “nyanyian” itu untuk mengeluarkan burung lain dan menangkap hampir 20 burung untuk diteliti.
WCS menyatakan saat ini lembaga tersebut menjadi satu-satunya organisasi yang melakukan kajian perlindungan ilmiah di Afghanistan, upaya pertama yang semacam itu dalam lebih dari 30 tahun, dan telah memberi sumbangan bagi sejumlah gagasan perlindungan melalui kerja sama dengan pemerintah Afghanistan.
Lembaga tersebut membantu menghasilkan daftar pertama spesies yang dilindungi di Afghanistan, tindakan yang telah menghasilkan pelarangan perburuan macan tutul salju, srigala, beruang coklat dan spesies lain. (*)
Bila Anda punya naskah/artikel silakan kirim ke redaksi@maubaca.com. Jika diambil dari tempat lain jangan lupa sebut sumbernya. Akan segera kami tampilkan. Trima kasih.
Readers Comments (0)