Seperti Apa Rasanya Meniduri 1.000 Perempuan?

MAUBACA.COM: Rasanya bermacam-macam, antara lain merasa takut menjadi gay, dan bahkan rasanya ingin bunuh diri. Itulah pengalaman Humphrey Bogart yang terkenal melalui film “Casablanca,” tampak kuat, dan dingin di layar kaca, di dunia nyata dia seorang pecinta.

Semasa hidupnya, Bogart mengalami tiga pernikahan yang tidak bahagia sebelum menikahi istri terakhirnya Lauren Bacall tahun 1945.

Bogart sudah meniduri kira-kira 1.000 perempuan termasuk Bete Davis, Jean Harlow, Marlene Dietrich dan Ingrid Bergman, tetapi dia masih merasa takut dirinya mungkin seorang gay. Pernyataan luar biasa itu ada dalam biografi terbaru Bogart, sebagaimana dikutip Daily Mail.

Hal itu pernikahan keduanya dengan aktris Mary Phillips, Bogart dibayang-bayangi ketidak pastian. Itu membuatnya tak berdaya dan mempertanyakan seksualitasnya dan bahkan membuatnya merasa ingin bunuh diri.

Buku berjudul “Humphrey Bogart, the Making of a Legend” dirilis bulan depan. Biografi itu berdasarkan memoar yang tidak diterbitkan dan wawamcara dengan beberapa aktor pada masa Bogart masih hidup.

Biografi itu ditulis oleh Darwin Porter, seorang jurnalis yang bekerja di Hollywood tahun 1960-an. Porter mengatakan Phillips bersikeras mempertahankan hubungan sebelumnya, bahkan menghabiskan malam sebelum pernikahan mereka tahun 1928 dengan teman Bogart “sebagai hadiah perpisahan.”

“Seandainya Mary tidak membuatnya lebih buruk. Bila saya tidak bisa melakukan dia mengejak dan mencemooh saya. Saya seharusnya tidak pernah menikahi dia,” kata Bogart, seperti tertuang dalam biografi Bogart.

Bogart mengatakan dia mengaku kepada wanita kepercayaannya bahwa dia berpikir untuk bunuh diri. “Tetapi saya tidak pernah melebihi tahap berpikir. Saya hanya tidak bisa melihat diri saya menyilet tenggorokan saya,” kata Bogart.

Kondisi mental Bogart yang kacau berasal dari masa kecilnya. Ayahnya, yang seorang dokter bedah, memukul dia dan merobek mulutnya, kemudian menjahitnya dan membuatnya gagap.

Dia melarikan diri ke Broadway, di mana selama tahun 1920-an dia mendapatkan ketenaran dan kekayaan. Dia juga memulai petualangan cintanya.

“Saat Broadway memiliki kira-kira 120 teater, ada empat aktris untuk setiap aktor yang ada. Tak seorang pun yang memperkirakan ini sebelumnya, tetapi kemungkinan Bogart tidur dengan 1000 wanita, kebanyakan pada masa ini,” kata Porter.

Bogart menikahi istri pertamanya, aktris Helen Menken tahun 1926. Porter mengklaim Menken memiliki banyak hubungan asmara lesbian dan Bogart tetap bersamanya. Bahkan mereka kadang mengejar perempuan yang sama.

Beberapa hubungan cintanya berlangsung singkat. Saat pertama kali berusaha menggoda Bette Davis diganggu oleh ibu Davis yang mengusirnya dari rumah dan menyebutnya “seorang budak untuk alat kelaminmu.”

Pernikahan Bogart dengan Menken hanya berlangsung satu tahun. Pernikahan keduanya berakhir dengan perceraian tahun 1937. tahun berikutnya dia menikahi Mayo Methot. Istri ketiganya itu pernah menusuk Bogart dengan pisau daging. Peristiwa itu dikenal dengan “Battling Bogarts” selama tujuh tahun pernikahan mereka.

Bogart menemukan “cinta sejatinya,” Lauren Bacall di set film “To Have and Have Not” tahun 1944. Hubungan mereka bahagia meski Bogart berselingkuh dengan Verita Peterson. Bogart meninggal karena kanker pada usia 57 tahun pada tahun 1957.

Rahasia Panjang Umur Wanita Jepang

MAUBACA.COM: Dampak dari perawatan medis yang baik, wanita Jepang menempati peringkat pertama usia paling panjang di dunia dengan harapan hidup mencapai hampir 86,5 tahun. Wanita Jepang memegang rekor usia paling panjang di dunia selama 25 tahun berturut-turut.

Data statistik Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang 2009 menunjukkan, dibandingkan tahun sebelumnya, masa hidup wanita Jepang rata-rata meningkat hampir lima bulan menjadi 86,44 tahun.

Sedangkan masa hidup pria Jepang rata-rata meningkat hampir empat bulan menjadi 79,59 tahun. Angka ini menempati urutan kelima dalam daftar usia pria paling panjang di dunia, menurun dari peringkat keempat pada tahun sebelumnya.

Umur panjang di Jepang mencerminkan perawatan medis yang membaik dan standar hidup yang tinggi. Namun, kenaikan angka harapan hidup itu tak disertai dengan kenaikan angka kelahiran. Proporsi kelompok lanjut usia di negara ini lebih tinggi dibandingkan kelompok anak.

Meningkatnya angka bunuh diri di kalangan orang dewasa diduga menjadi penyebab menurunnya harapan hidup di kalangan pria Jepang. Bunuh diri, kejahatan, dan alkoholisme di kalangan warga dewasa mulai berkembang karena penghasilan rendah dan kesempatan kerja yang tak stabil.

Sementara itu, angka harapan hidup wanita Hong Kong menempati urutan kedua dengan usia 86,1 tahun. Disusul wanita Prancis pada urutan ketiga dengan harapan hidup 84,5 tahun dan Swiss 84,4 tahun.

Untuk pria, Qatar menduduki peringkat pertama dengan harapan hidup 81 tahun, diikuti Hong Kong 79,8 tahun. Islandia dan Swiss berbagi tempat ketiga dengan 79,7 tahun.

Sedangkan angka harapan hidup di Amerika Serikat adalah 80,4 tahun untuk wanita dan 75,4 tahun untuk pria. Secara umum, wanita memiliki harapan hidup lebih lama dibandingkan laki-laki

Christina Bersetubuh dengan 1.000 Pria

MAUBACA.COM: Mungkin inilah wanita penikmat pria yang tiada tandingannya di dunia. Betapa tidak, Christina Saunders begitu terobsesi dengan karakter Samantha Jones dalam serial ‘Sex and The City’. Wanita asal Inggris itu bahkan nekat menunaikan misinya untuk bersetubuh dengan 1.000 pria dalam kurun waktu 10 tahun.

Seperti dikutip dari laman Your Tango, Christina mengaku sangat tertantang dengan karakter Samantha yang begitu percaya diri memikat dan menguasai banyak pria di tempat tidur. “Samantha sangat seksi, percaya diri, dan membanggakan. Saya terpesona dengan perilakunya yang seperti pria, bisa tidur dengan siapa saja,” katanya.

Christina, yang kala itu masih seorang mahasiswi berusia 20 tahun, pun terdorong untuk menjadi menjalani kehidupan bak Samantha. Ia bersetubuh dengan sedikitnya satu pria dalam seminggu. Demi mencapai targetnya menyetubuhi 1.000 pria, ia nekat melakukan apa saja, termasuk melakukan hubungan seksual dengan dua lelaki sekaligus.

Menjelang lulus kuliah, jumlah pria yang berhasil ditaklukkannya telah menyentuh angka 300. Seiring bertambahnya usia, obsesinya makin meletup-letup. Selama bekerja di London, ia semakin rajin menggoda pria di sejumlah bar. Ia juga semakin sering berlibur demi bertemu lebih banyak pria. Bahkan, ia pernah bersetubuh dengan 15 pria selama sepekan berlibur di Ibiza, Spanyol.

Agar tak salah menghitung, Christina selalu membawa buku harian setiap kali bepergian. Ia juga tak pernah lupa menuliskan nama pria berikut kemampuan seksualnya setiap kali selesai melakukan persetubuhan. Setiap detail pengalamannya tertuang rapi dalam buku hariannya.

Di tengah lingkungan sosial yang mulai memanggilnya pelacur, Christina pantang mundur. “Saya tidak merasa kotor, saya sudah merasa kecanduan,” katanya. Christina sudah dibutakan obsesinya. Ia agaknya juga tak peduli dengan potensi penyakit menular seksual yang bisa membunuhnya.

Yang pasti, setelah berhasil menyelesaikan misinya pada usia 30 tahun, Christina mulai menyesali diri. “Saya sepertinya telah mengambil tindakan yang terlampau jauh. Yang saya inginkan saat ini hanya menenangkan diri,” katanya.

Kisah Christina adalah salah satu potret dari seberapa negatif tayangan televisi bisa berdampak bagi kehidupan manusia. Itulah mengapa banyak psikolog selalu mengingatkan akan pentingnya menyeleksi setiap tayangan yang akan ditonton. Penting buat kita untuk dapat memisahkan antara dunia imajinasi dan realita.

-->