Kematian-kematian Karena Hal Tak Terduga

MAUBACA.COM: Kematian bisa terjadi dimana saja dan diakibatkan oleh apa saja. Berikut adalah beberapa contoh kematian yang tak terduga diilansir dari Howstuffworks, Senin (30/8/2010):

Mati karena saluran pembuangan (selokan)
Ini adalah kematian aneh, menyedihkan dan sangat tragis. Pada tahun 2008, seorang pria Kanada tewas setelah berusaha mengambil dompetnya yang dicuri dan masuk pada saluran pembuangan air (selokan).

Dia menelepon polisi sebelum mengambil dompet tersebut di selokan. Tapi polisi menemukan kepala pria tersebut sudah terjepit di selokan beberapa meter di bawah jalan (selokan di bawah jalan raya). Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi kemudian nyawanya tak terselamatkan.

Mati karena deodoran
Pada tahun 1998, seorang anak laki-laki usia 16 tahun asal Inggris meninggal karena serangan jantung setelah terpapar uap deodoran (deodoran spray) terlalu banyak. Dia tampak terobsesi dengan kebersihan pribadi dan ingin selalu segar, jadi dia semprot seluruh tubuhnya dengan deodoran minimal dua kali per hari.

Ia tidak pernah berpikir berada dalam bahaya. Hasil otopsi menemukan bahwa ada 10 kali lipat jumlah butana dan propana yang mematikan di aliran darahnya. Ternyata anak itu sering menggunakan deodoran di tempat yang sempit, padahal produk seperti itu direkomendasikan untuk digunakan di tempat berventilasi baik.

Mati karena jenggot
Banyak orang yang tercatat memiliki jenggot terpanjang, yang terbaru adalah seorang pria Kanada bernama Sarwan Singh yang memegang Guinness World Record karena memiliki jenggot terpanjang (2,36 m).

Tapi tak ada satu pun orang yang bermasalah dengan memiliki jenggot panjang, kecuali seorang pria asal Austria pada pertengahan tahun 1500-an. Jenggot Hans Steininger hanya 1,4 m, tapi itu membuatnya mengalami kejadian buruk.

Hans diketahui selalu menggulung jenggotnya di dalam tas, tetapi suatu hari pada tahun 1567 ia tak sempat melakukan ritual tersebut. Ketika sebuah kebakaran terjadi di kota, ia tersandung karena jenggotnya saat mencoba menyelamatkan diri. Dilaporkan bahwa lehernya patah dan tewas pada kebakaran tersebut.

Mati karena domba lapar
Domba adalah makhluk yang sangat jinak dan diketahui bahwa hewan berbulu lebat tersebut adalah pemakan rumput. Sayangnya, pada tahun 1999, Betty Stobbs, seorang wanita di Inggris menemukan bahwa domba juga dapat memiliki sisi agresif jika sudah cukup lapar.

Di suatu malam, ketika Stobbs akan memberi makan domba peliharaannya, kawanan domba tersebut justru mengejar Stobbs yang sedang berada di all-terrain vehicle (ATV). Ia terjatuh dan tertimpa oleh kendaraan tersebut.

Mati karena pakai bra kawat
Dua wanita di London, Inggris, pada tahun 1999 dilaporkan meninggal karena menggunakan bra kawat. Bukan bra yang mencekik dua wanita tersebut, melainkan kawat di dalam bra yang bertindak sebagai konduktor yang menghantarkan arus listrik.

Dilaporkan bahwa dua wanita tersebut tewas terbakar karena tersambar petir tepat di kawat di dalam bra-nya. Dada kedua wanita tersebut terlihat hangus terbakar dan membuat mereka tewas seketika.

Dinosaurus Jenis Baru Muncul di China

MAUBACA.COM: Para ilmuwan China telah mengidentifikasi dinosaurus jenis baru di sebuah kota pegunungan provinsi Shandong timur, demikian laporan Xinhua-OANA.

Dinosaurus tersebut adalah jenis ceratops yang tak pernah ditemukan sebelumnya, kata para pakar dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) Sabtu (28/8/2010).

Fosil-fosil dinosaurus itu berhasil diangkat dari dalam tanah pada Januari 2008 di Kota Zhucheng, tempat beberapa dinosaurus Cretaceous ditemukan sejak 1960-an, “namun identifikasinya baru saat ini,” kata Xu Xing, periset kenamaan dinasaurus di China.

Xu, periset pada CAS Institute of Vertebrate Paleontology dan Paleonthropology itu menyebutnya sebagai “Sinoceratops Zhuchengensis.”

“Tengkoraknya setidaknya panjang 180 cm dengan lebar 105 cm,” kata Xu. “Dinosaurus itu memiliki cula sepanjang 30 cm di bagian wajahnya dan sedikitnya 10 lekuk, cula-cula lebih kecil di atas kepalanya.”

Ceratops (yang berarti muka bercula) besar, adalah dinosaurus pemakan tanaman dari akhir periode Cretaceous yang berasal lebih dari 65 juta tahun yang lalu. Ceratops yang paling terkenal adalah triceratops, herbivora besar dengan berat lebih dari 10 ton.

Penemuan Zhuchengensis tersebut diduga akan menuliskan kembali teori-teori yang sekarang beredar mengenai transisi morfologi di kalangan dinosaurus, kata Xu.

“Hal ini mengaburkan perbedaan antara dua jenis ceratops. Ini beruang yang menggambarkan centrosaurus, sekelompok ceratops, yang lebih kecil, tetapi ukurannya menyerupai chasmosaurus, raksasa dari ceratops,” katanya

Xu dan rekan-rekannya mengatakan, penemuan itu memberikan bukti yang mendukung hipotesis migrasi dinosaurus bertanduk `dari Asia ke Amerika Utara.”

Para ilmuwan China telah menemukan sedikitnya 10 spisies dinosaurus di Kota Zhucheng dalam tiga putaran penggalian sejak tahun 1960-an, termasuk Tyrannosaurus dan Hadrosaurs.

Muslima Anisah, Tempat Berlindung Perempuan Korban KDRT

MAUBACA.COM: Ramadhan adalah saat kebersamaan, dimana keluarga dan handai taulan menyempatkan diri berkumpul dan bersilahturahmi, menikmati bulan yang penuh berkah. Namun, tidak demikian halnya dengan para korban kekerasan rumah tangga. Mereka terpaksa berpisah jauh dari sanak kerabat, dan meratapi nasib di tempat-tempat penampungan.

Situasi seperti ini bahkan terasa lebih sulit bagi Muslimah (perempuan Muslim) pelarian dari luar Amerika. Banyak dari mereka melarikan diri ke Amerika untuk mencari perlindungan. Namun tidak banyak fasilitas penampungan yang memenuhi kebutuhan budaya dan agama mereka.

“Muslima Anisah” adalah salah satu rumah singgah bagi perempuan korban kekerasan dalam keluarga yang memahami keadaan itu. Berlokasi di Baltimore, Maryland, fasilitas ini menampung puluhan perempuan korban kekerasan yang umumnya imigran.

Menurut Asma Hanif, pengelola Muslima Anisah, “Mereka tidak punya tempat untuk dituju. Keluarga tidak menginginkan mereka, dan pria yang memukuli mereka tidak menginginkan mereka.”

Hanif, perempuan warga Amerika keturunan Afrika, mengatakan bahwa kekerasan dalam keluarga tidak memandang agama, namun tidak semua fasilitas penampungan para korban kekerasan ini mengerti kebutuhan Muslimah.

“Ada situasi-situasi yang tidak memungkinkan, seperti kehadiran pria yang bukan muhrim di tempat penampungan itu, atau tidak ada tempat untuk sembahyang, atau ada masalah dengan makanan,” jelas Hanif.

Tidak hanya kenyataan itu yang mendorong mantan perawat ini mendirikan Muslima Anisah. Sebagai perawat, ia telah menangani puluhan Muslimah korban kekerasan keluarga di klinik tempatnya bekerja dulu.

Menurut Hanif, para Muslimah yang mengungsi ke tempatnya datang dengan alasan yang beragam. Muslima Anisah, katanya, bukan hanya sebagai tempat pelarian atau perlindungan tapi juga tempat dimana mereka dapat hidup dan sembahyang tanpa orang-orang mempertanyakan keyakinan agama mereka.

Lebih jauh Hanif mengungkapkan, “Keprihatinan terbesar saya adalah, bila kita mengirim perempuan Muslim ke tempat penampungan yang dikelola orang-orang Kristen, orang-orang di sana akan berpikir bahwa agamalah yang menjadi sumber kekerasan dalam keluarga.”

Selama Ramadhan, menurut Hanif, tempat penampungannya menjalankan sejumlah aktivitas khusus seperti buka puasa bersama dan pengajian selepas tarawih. Pengajian itu katanya diperlukan untuk membangkitkan semangat dan menyadarkan bahwa Allah mencintai mereka dan masyarakat memperdulikan mereka.

Sebagai selingan, ia terkadang juga mengajak mereka pergi ke masjid untuk menghadiri acara buka puasa bersama.

“Saya tidak mau mereka merasa terisolasi selama Ramadhan. Kebanyakan muslim berkumpul dengan sesama Muslim selama bulan suci. Sayangnya, kami tidak memiliki transportasi yang memadai,” jelas Hanif.

Ya, transportasi adalah salah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi Muslima Anisah. Rumah singgah berkapasitas 25 orang ini memiliki dana terbatas. Sumber keuangan rumah singgah ini hanyalah Hanif dan keluarganya, serta sumbangan dari masjid dan umat Islam yang peduli.

voanews.com

-->