Mengapa Wanita Lebih Cepat Tua?

Wanita rajin memakai pelembab untuk menahan kulit keriput terlalu dini. Tapi kulit wanita masih juga lebih cepat terlihat tua ketimbang pria padahal pria jarang memakai pelembab. Peneliti akhirnya menemukan alasan mengapa wanita lebih cepat terlihat tua daripada pria seiring bertambahnya usia. Itu karena keriput di sekitar mulut wanita berkembang lebih cepat daripada pria.

Sebelumnya peneliti sudah menduga hal ini sejak lama, namun studi ini menunjukkan bukti yang lebih ilmiah. Dalam Aesthetic Surgery Journal, Dr Foad Nahai, seorang ahli bedah di Atlanta mengatakan bahwa kulit pria tidak bertambah tua secepat kulit wanita.

“Perbedaan ini ternyata disebabkan karena wanita memiliki kelenjar keringat (sebaceous glands) yang lebih sedikit daripada pria,” ujar Dr Moshe Kon dari University Medical Centre Utrecht, Belanda seperti dilansir Health, beberapa waktu lalu

Sebaceous glands atau kelenjar keringat berfungsi menghasilkan minyak yang akan membuat kulit tetap lembut. Pada wanita, jumlah kelenjar tersebut sangat sedikit sehingga seiring berjalannya waktu, wanita akan tampak lebih tua dibanding pria, terutama di daerah sekitar mulut yang akan lebih berkeriput.

Peneliti memfokuskan studi pada daerah wajah, yaitu pada bagian sekitar mulut, baik atas samping maupun bawah. Selain kelenjar keringat yang lebih sedikit, yang membuat wajah seorang wanita terlihat lebih tua ketimbang pria adalah sedikitnya pembuluh darah yang mengalir di daerah mulut.

Otot-otot mulut yang terdapat pada wanita juga lebih dekat pada kulit. Akibatnya kulit akan tertarik dengan kencang tapi lebih cepat pula berkeriput. Kelebihan pria yang membuatnya lebih awet muda daripada wanita ternyata juga terdapat pada kelenjar keringat di setiap folikel rambutnya.

“Pria punya kelenjar keringat lebih banyak per setiap folikel rambutnya yang akan membuat kulitnya lebih lambat mengalami penuaan,” kata Dr Kon.

Beberapa penyebab penuaan yang lebih cepat pada wanita juga disebabkan oleh menipisnya hormon estrogen menjelang masa menopause yang membuat aliran darah berkurang dan menyebabkan garis-garis halus dan kerutan di kulit.

Satu penemuan penting lagi dari studi ini adalah, tulang rahang wanita akan menciut lebih cepat jika sudah tua ketimbang pria. akibatnya, bagian untuk menopang kulit tidak ada lagi dan akhirnya muncullah kerutan.

“Cara paling baik agar kulit tetap terlihat muda adalah menghindari rokok, sinar matahari dan usahakan pakai pelembab kemanapun Anda pergi,” kata Dr Jessie Cheung, dermatolog dari NYU Langone Medical Centre, New York City.

Mengapa Wanita Normal Menjadi Lesbian?

MAUBACA.COM: Sebuah studi komprehensif mengenai seksualitas perempuan rencananya akan dipresentasikan ke pertemuan tahunan American Psychological Association bulan depan. Studi ini menunjukkan pertumbuhan yang mengejutkan mengenai jumlah lesbian “yang baru sadar belakangan”, yaitu para perempuan yang mengubah seksualitas mereka ketika memasuki usia 30 tahunan. Cynthia Nixon (43), contohnya, baru memulai hubungan dengan Marinoni pada 2004.

Temuan ini juga menunjukkan, seksualitas perempuan cenderung lebih mudah berubah daripada pria. Terlihat bahwa beberapa perempuan telah menjalani pernikahan yang lama, tetapi kemudian gagal, sebelum akhirnya muncul kecenderungan lesbian dan biseksual pada awal usia paruh baya. Tak jarang mereka meninggalkan suami dan anak-anak mereka dalam keadaan bingung.

Sebagian perempuan tersebut berusaha menutupi kecenderungan untuk jadi lesbian demi mempertahankan keluarga. Sebagian yang lain tidak pernah punya keinginan untuk mengubah preferensi seksualnya sampai memasuki paruh baya. Tentu ada konsekuensi untuk keputusan tersebut dan cukup traumatik.

Menurut Christian Moran, yang mengadakan studi tersebut di Southern Connecticut State University, banyak perempuan yang awalnya mengalami trauma psikologis ketika mencoba menyambung kesetiaan mereka pada keluarga, sementara mereka juga tertarik pada perempuan.

Mengakui kecenderungan sebagai lesbian ini, bagi sebagian perempuan, terasa melegakan. Namun, bagi yang lain, hal ini dapat merusak hubungan keluarga.

Lynn Volante (53), meninggalkan pernikahannya yang sudah berjalan 16 tahun demi meniti hubungan dengan seorang perempuan. Ia sadar bahwa ia sangat menyakiti keluarganya, tetapi, “Aku tak pernah berniat menyakiti siapa pun. Aku hanya ingin jujur dengan perasaanku sendiri,” ujarnya. Keluarganya kini bisa menerima keputusannya. Namun, ia mengerti bila mereka tak akan pernah memaafkannya.

Mengapa para perempuan ini mengubah orientasi seksual mereka setelah menjalani pernikahan normal, padahal konsekuensinya tidak main-main?

Menurut Dr Ceri Parsons dari Staffordshire University, Inggris, ada konsekuensi psikologis dan sosial yang harus dihadapi para perempuan ini. “Perempuan saat ini merasa lebih mudah menjalani hubungan sesama jenis karena beberapa alasan: masyarakat memilih posisi yang lebih liberal. Umumnya orang lebih waspada dengan lesbianisme. Tampaknya ada peningkatan dalam relasi lesbian, tetapi mungkin ini hanya karena mereka sekarang lebih terlihat,” katanya.

Untuk satu hal, Parsons sepakat dengan kesimpulan studi tersebut, yaitu bahwa orientasi seksual perempuan bisa berubah. Pada saat tertentu perempuan bisa merasa heteroseksual, dan saat yang lain bisa mengidentifikasi dirinya sebagai lesbian.

Psikolog yang lain mengatakan bahwa perempuan bisa saling tertarik satu sama lain karena adanya empati sosial dan kemampuan untuk saling mencurahkan perasaan. “Perempuan cenderung memiliki hubungan yang dekat dengan perempuan lain daripada pria dengan pria lain,” ungkap Profesor Marilyn Davidson, psikolog di Manchester Business School.

Mereka merasa lebih mendapatkan dukungan emosional dan fisik dari relasi dengan perempuan lain daripada yang didapatkan dari suami mereka. Di lain pihak, mereka juga bisa memilih menjalani hubungan dengan perempuan karena mereka jatuh cinta. Sesederhana itu.

Meskipun demikian, tidak ada penelitian di dunia yang bisa membuktikan mengapa perempuan bisa mengubah orientasi seksualnya belakangan. Namun, mereka yang melakukannya jelas akan menimbulkan kebingungan dalam keluarga. Perpecahan dan penolakan dari anak-anak adalah satu hal yang harus diterima.

Ada Primata Cantik Tertangkap Kamera

MAUBACA.COM: Primata cantik yang sangat langka sehingga diduga sudah punah telah tertangkap kamera di hutan Sri Lanka untuk pertama kali, kata beberapa ilmuwan, Senin (19/7/2010).

Loris Horton Plains yang ramping adalah hewan kecil malam hari yang dapat tumbuh sampai panjang tubuh 17 centimeter, dengan mata yang besar dan menonjol. Primata tersebut, yang memiliki habitat di Sri Lanka, pertama kali ditemukan pada 1937 tapi hanya terlihat empat kali sejak saat itu.

Para ilmuwan terakhir kali melihat sepintas primata itu pada 2002, dan percaya hewan yang sukar dimengerti tersebut sejak itu telah punah. Namun para peneliti lapangan, yang bekerja sama dengan Zoological Society of London, berhasil melacak hewan misterius itu di hutan di Sri Lanka tengah.

Untuk pertama kali di dunia, mereka dapat mengambil gambar satu loris ramping jantan dewasa yang sedang duduk di satu cabang pohon. Tim lapangan tersebut dapat menangkap satu hewan dan melakukan pemeriksaan fisik, yang pertama dilakukan, sebelum melepaskan hewan itu kembali ke alam liar.

Namun, banyak ahli memperingatkan bahwa penggundulan hutan di Sri Lanka –yang kebanyakan diduga dilakukan dalam upaya membuat perkebunan teh di wilayah tersebut– sekarang menjadi ancaman terbesar bagi loris itu. Loris adalah nama umum bagi primata “strepsirrhine” dari sub-keluarga Lorine di dalam keluarga Lorisidae.

Craig Turner, ahli biologi konservasi di ZSL, mengatakan habitat hutan alamiah mereka telah dibagi buat pertanian dan pembalakan, sehingga memutus hewan “yang sangat cantik” itu dari pasangan mereka. “Hutan tersebut sekarang telah dikotak-kotakkan jadi serangkaian pulau kecil,” kata Turner kepada radio BBC.

“Mereka tak bisa pindah dari satu tempat ke tempat lain, mereka tak dapat berpasangan, berkembang-biak, sehingga itu memiliki dampak nyata pada kelangsungan hidup masa depan spesies tersebut,” katan

-->